Minggu, 20 Mei 2018
Follow:
 
Sri Mulyani: Target Tax Amnesty Harus Dilihat Hati-hati

alfi | Ekonomi
Selasa, 02/08/2016 | 10:18:54 WIB
Jakarta, LIPO-Masuknya Sri Mulyani ke Kabinet Kerja membuat banyak kalangan bertanya-tanya, apa yang membuat menteri keuangan era Presiden SBY itu rela menanggalkan jabatan penting di Bank Dunia? Kabarnya, Sri Mulyani rela pulang kampung untuk menjadi pembantu Presiden Joko Widodo setelah dibujuk Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Tentu saja, masuknya perempuan asal Lampung ini pada pemerintahan sekarang merupakan reuni dengan Jusuf Kalla. Pada medio 2005–2009, masing-masing ada di posisi yang sama, Sri sebagai Menteri Keuangan dan JK sebagai Wakil Presiden.

Menurut Sri Mulyani, Presiden Jokowi meminta dirinya untuk memperkuat kebijakan fiskal pemerintah. “Saya merasa terhormat diminta kembali oleh Presiden untuk bekerja sama para menteri kabinet yang lain. Semoga itu bisa tercapai‎,” katanya, Rabu pekan lalu di Kantor Kementerian Keuangan.

Adapun langkah pertamanya di Kabinet Kerja ini adalah berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait APBN. “Tujuannya untuk meyakinkan bahwa APBN merupakan instrumen untuk menstimulasi ekonomi dan sekaligus juga memperbaiki fondasi perekonomian nasional,” paparnya.

Apa yang membuat Anda kembali ke Tanah Air dan mau menjabat sebagai Menkeu?

Saya rasa tugas yang diemban oleh menteri keuangan adalah tugas yang sangat penting. Lalu kenapa saya kembali? Ini adalah suatu kepercayaan dan sekaligus kehormatan buat saya pribadi. Agar bisa melaksanakan tugas, saya akan menggunakan dan membaktikan semua kemampuan yang saya miliki demi perbaikan di lingkungan Kementerian Keuangan sebagai institusi pengelola fiskal. Dan, pada umumnya adalah untuk menunjang tujuan pemerintahan ini, yaitu mencapai pembangunan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden.

Langkah atau gebrakan yang akan Anda lakukan dalam waktu dekat ini?

Saya rasa yang paling penting saat ini adalah saya akan berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait APBN. Tujuannya untuk meyakinkan bahwa APBN merupakan instrumen untuk menstimulasi ekonomi dan sekaligus juga memperbaiki fondasi perekonomian nasional. Itu akan digunakan untuk melihat secara detail dari sisi penerimaan negara dan belanja. Itu tidak bisa dilakukan sendirian oleh Menteri Keuangan. Dari awal perencanaan APBN bekerja sama dengan Bappenas lalu didiskusikan dengan DPR dan kemudian dalam pengalokasian dananya bekerja sama dengan kementerian dan lembaga.

Selanjutnya, APBN juga harus dibuat secara sinkron dan harmonis dengan kebijakan-kebijakan yang sudah dilakukan oleh kementerian koordinasi. Sinkronisasi dan harmonisasi antara kebijakan dan instrumen fiskal akan sangat penting karena akan efektif untuk menunjang tujuan. Tujuannya yaitu mengentaskan kemiskinan, menciptakan kesempatan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pemerataan, dan mengurangi kesenjangan. Tujuan-tujuan itu sangat penting.

Jadi, kebijakan fiskal bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri secara eksklusif. Kebijakan fiskal merupakan bagian atau alat dari kebijakan ekonomi pada umumnya, bahkan keseluruhan kebijakan pemerintah. Itu yang akan saya perhatikan dan tentu saja dalam waktu yang singkat akan saya lihat seluruh pekerjaan yang sudah dilakukan oleh Pak Bambang (Bambang S. Brodjonegoro)—Menteri Keuangan yang digantikannya—saat ini dan terus mengembangkannya.

Bagaimana dengan tax amnesty dan kebijakan khusus lainnya?

Saya akan melihat poin-poin yang sudah disepakati dan target yang sudah ditetapkan. Dan, bagaimana untuk tidak membuat tax amnesty sebagai suatu tujuan yang berdiri sendiri. Tax amnesty adalah bagian dari keseluruhan kebijakan fiskal dan pengelolaan APBN yang bertanggung jawab.

Banyak target yang sudah dicanangkan tentu saya akan melihat secara hari-hati dan akan melihat bagaimana perencanaan untuk pelaksanaan dari berbagai macam keputusan yang sudah dibuat. Karena waktunya sangat mendesak, tentu itu akan perlu penjelasan dan saya akan melihat dan berdiskusi seluruh eselon satu untuk kemudian melihat bagaimana prioritas pelaksananya bisa diperbaiki.(lipo*3/okz)




Berita Lainnya :
 
  • Komponen Alat Berat untuk Pengerjaan Fly Over Pekanbaru Dicuri
  • Dua Mantan Anggota DPRD Bengkalis Tersangka Hibah
  • Peringatan 20 Tahun Reformasi, Anwar Ibrahim Temui Habibie
  • Jembatan Putus Akibat Longsor, Akses Kuala Enok dan Tanah Merah Terputus
  • Anggota DPRD Bengkalis ini Ditetapkan Tersangka Pelanggaran Pemilu
  • Pemprov Riau Bayarkan Single Salary ASN
  • Pesawat Jatuh di Kuba, 110 Orang Tewas
  • Dijodohkan Oleh Netizen dengan Syahrini, Ini Jawaban Ariel
  • Dewan Inhil Minta Perusahaan Tidak Menciptakan Konflik Sengketa Lahan Di Masyarakat
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index