Sabtu, 25 Januari 2020
Follow:
 
Tak Ada Alfamart dan Indomaret di Kota Padang, Ini Alasan Walikota

beye | Ekonomi
Senin, 08/08/2016 | 12:09:31 WIB
PADANG (Lipo)-Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatra Barat terus berupaya meningkatkan kemajuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan UKM di daerahnya.

Komitmen itu yang membuat Padang masih enggan membuka pintu bagi waralaba seperti, Alfamart dan Indomaret. Kendati kedua gerai itu belum pernah mengajukan izin pada Pemkot Padang.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah berujar, alasan tertutupnya pintu bagi kedua minimarket itu berkaitan dengan ekonomi daerah tersebut.

"Kita lihat mereka, kan uang daerah investasi bersama. Kedua produk-produknya berasal dari luar Kota Padang, jadi barang kita mau di ke manakan," kata dia seperti dilansir Republika.co.id, Senin (8/8).

Pemkota Padang, ia berujar, mensyaratkan sejumlah hal apabila kedua gerai itu ingin masuk ke daerahnya. Salah satunya, yakni, siap mengambil produk pelaku UKM dan UMKM di Kota Padang. Syarat tersebut, dikarenakan adanya 80 ribu UKM dan UMKM di Kota Padang.

Selama ini, Mahyeldi menjelaskan, Pemkot Padang mengakomodir produk UKM dan UMKM dalam lembaga atau toko berbasis koperasi. Dalam sejarahnya, menurut dia, koperasi tidak pernah terganggu krisis ekonomi serta selalu berpihak pada anggotanya.

"(Usaha retail berbasis koperasi) iya. Dengan koperasi itu, kita bisa meningkatkan kesejahteraan
warga, dan umkm bisa bersinergi," ujarnya.

Mahyeldi membandingkan, konsep koperasi bakal lebih menguntungkan bagi daerah. Ia menjabarkan, uang yang dihasilkan gerai Alfamart dan Indomart akan dibawa keluar Kota Padang. Itu berarti, memiskinkan daerahnya. Seharusnya, yang harus dipikirkan, yakni bagaimana membawa uang dari pusat ke daerah."Sehingga kantong rakyat berisi," imbuhnya.

Mahyeldi menyebut, konsennya Pemkot Padang pada konten-konten lokal, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga, ia menuturkan, apabila kedua gerai itu siap mengambil produk UKM dan UMKM setempat, Pemkot Padang bakal mempertimbangkan waralaba tersebut.

"Kita buat koperasi itu untuk meningkatkan daya saing dan tawar produk kita. Kalau dikelola koperasi bisa tembus pasar lebih luas, bisa tingkatkan kualitas produk," ujar dia. (Lipo*2/Rol)



Berita Lainnya :
 
  • Komit Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Pemkab Inhil Bangun Puskesmas Hingga ke Tingkat Desa
  • Satu Rumah Warga di Tembilahan Hangus Terbakar
  • Apeksi Delegasikan Wako Pekanbaru Sampaikan Kondisi Investasi di Daerah
  • Virus Corona Sudah Masuk Singapura, Masyarakat Riau Diminta Waspada
  • Diikuti 11 Tim, Menpora Resmi Buka Proliga 2020 Pekanbaru
  • Sengketa Informasi Unri Berakhir Mediasi, Majelis: Putusan Final dan Mengikat
  • Merasa Dirugikan, PT.Indasia akan Somasi EO "Inhu Creative Expo 2020"
  • Atasi Tumpang Tindih Lahan, Abdul Wahid Minta BIG Percepat Pemetaan Tata Ruang Nasional
  • Imigrasi Akhirnya Akui Harun Masiku di Tanah Air
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index