Selasa, 15 Oktober 2019
Follow:
 
Tak Ada Alfamart dan Indomaret di Kota Padang, Ini Alasan Walikota

beye | Ekonomi
Senin, 08/08/2016 | 12:09:31 WIB
PADANG (Lipo)-Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatra Barat terus berupaya meningkatkan kemajuan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan UKM di daerahnya.

Komitmen itu yang membuat Padang masih enggan membuka pintu bagi waralaba seperti, Alfamart dan Indomaret. Kendati kedua gerai itu belum pernah mengajukan izin pada Pemkot Padang.

Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah berujar, alasan tertutupnya pintu bagi kedua minimarket itu berkaitan dengan ekonomi daerah tersebut.

"Kita lihat mereka, kan uang daerah investasi bersama. Kedua produk-produknya berasal dari luar Kota Padang, jadi barang kita mau di ke manakan," kata dia seperti dilansir Republika.co.id, Senin (8/8).

Pemkota Padang, ia berujar, mensyaratkan sejumlah hal apabila kedua gerai itu ingin masuk ke daerahnya. Salah satunya, yakni, siap mengambil produk pelaku UKM dan UMKM di Kota Padang. Syarat tersebut, dikarenakan adanya 80 ribu UKM dan UMKM di Kota Padang.

Selama ini, Mahyeldi menjelaskan, Pemkot Padang mengakomodir produk UKM dan UMKM dalam lembaga atau toko berbasis koperasi. Dalam sejarahnya, menurut dia, koperasi tidak pernah terganggu krisis ekonomi serta selalu berpihak pada anggotanya.

"(Usaha retail berbasis koperasi) iya. Dengan koperasi itu, kita bisa meningkatkan kesejahteraan
warga, dan umkm bisa bersinergi," ujarnya.

Mahyeldi membandingkan, konsep koperasi bakal lebih menguntungkan bagi daerah. Ia menjabarkan, uang yang dihasilkan gerai Alfamart dan Indomart akan dibawa keluar Kota Padang. Itu berarti, memiskinkan daerahnya. Seharusnya, yang harus dipikirkan, yakni bagaimana membawa uang dari pusat ke daerah."Sehingga kantong rakyat berisi," imbuhnya.

Mahyeldi menyebut, konsennya Pemkot Padang pada konten-konten lokal, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sehingga, ia menuturkan, apabila kedua gerai itu siap mengambil produk UKM dan UMKM setempat, Pemkot Padang bakal mempertimbangkan waralaba tersebut.

"Kita buat koperasi itu untuk meningkatkan daya saing dan tawar produk kita. Kalau dikelola koperasi bisa tembus pasar lebih luas, bisa tingkatkan kualitas produk," ujar dia. (Lipo*2/Rol)



Berita Lainnya :
 
  • Wagubri Buka Lokakarya Pengelolaan Pesisir Terpadu
  • Pemprov Riau Jalin Kerja Sama dengan Pohang Techno Park Korea Selatan
  • Buka International Dragon Boat Festival 2019, Gubri Berharap Jadi Agenda Tahunan Riau
  • Diminta Kepala Bekraf, Gubri Presentasikan Ekonomi Kreatif di Jakarta
  • Antusias Masyarakat Tinggi, Ferryandi Harap Pemkab Inhil Bangun Gor Badminton yang Refresentatif
  • Tutup Inhil Badminton Open Turnament 2019, Wabup SU Harap Muncul Atlet Muda Berbakat
  • Gubri Pimpin FGD Rencana Penanganan Abrasi Bengkalis & Meranti
  • Daftar ke Nasdem Sebagai Balon Cabup Inhu, Notaris Siti Aisyah Siap Maju Pilkada 2020
  • Gubri Syamsuar Nonton Bareng Film Iqra' Bersama 250 Anak Yatim dari Siak dan Pekanbaru
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index