Senin, 20 08 2018
Follow:
 
Produksi Sienta Gunakan Kandungan Lokal Hingga 80 Persen

beye | Otomotif
Kamis, 28/07/2016 | 23:40:08 WIB
KARAWANG (Lipo)-PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) baru saja secara resmi meluncurkan produksi massal All New Sienta di Pabrik II TMMIN Karawang, Jawa Barat, awal pekan kemarin.

Sienta yang baru pertama kali diproduksi di luar Jepang tersebut sudah langsung menggunakan kandungan lokal hingga 80 persen, tertinggi untuk masa produksi massal perdana sebuah model di Indonesia.

"Pada produksi massal perdana Sienta di Indonesia kandungan lokal sudah mencapai 80 persen, bandingkan dengan saat pertama kali Kijang diproduksi di Indonesia pada 1977 yang kandungan lokalnya hanya 19 persen," kata Presiden DirekturTMMIN Masahiro Nonami.

Ia menyebutkan saat ini TMMIN secara keseluruhan memiliki sedikitnya 709 rekanan pemasok komponen lokal, namun menurutnya angka itu masih sangat jauh di bawah rekanan pemasok komponen lokal Toyota di Thailand yang sudah mencapai lebih dari 1.900 perusahaan.

Oleh karenanya di hadapan Menteri Perindustrian Saleh Husin yang turut menghadiri acara seremonial tersebut Nonami mendorong Indonesia agar segera meningkatkan kemampuan lokalisasi bahan baku dan atau bahan mentah.

"Beberapa bahan baku atau mentah yang masih diimpor oleh pengusaha komponen Indonesia adalah resin, baja dan karet sintetis. Kami berharap agar Indonesia meningkatkan kemampuan dalam memproduksi bahan-bahan baku tadi guna mempercepat proses lokalisasi hingga lebih optimal," ujarnya menambahkan.

Sementara itu dalam sesi konferensi pers Direktur Teknik dan Manajemen Perencanaan Proyek TMMIN Yui Hastoro mengungkapkan dari 2.800 buah komponen yang melekat ke Toyota All New Sienta produk Pabrik II TMMIN Karawang, sebanyak 1.500 buah merupakan produk dari rekanan pemasok komponen lokal.

"Sebanyak 1.500 buah dari 2.800 komponen yang ada pada satu unit All New Sienta sudah dipasok oleh rekanan lokal. Maka dengan durasi produksi 2,8 menit per unit atau 27 jam dari masih berbentuk lembaran baja, setiap harinya tak kurang dari 2,4 juta buah komponen masuk ke pabrik," ujar Yui menambahkan.

Pabrik II TMMIN Karawang digenjot untuk memproduksi 4.000 unit Sienta per bulan, dengan proyeksi 3.500 unit untuk penjualan domestik dan 500 sisanya diekspor ke beberapa negara Asia. (Lipo*2/Rol)

Sumber : Antara



Berita Lainnya :
 
  • UNRI Beri Pelatihan Pembuatan Makanan Berbahan Baku Ikan di Desa Pulau Cawan
  • KPK Panggil Ketum PPP Terkait Kasus Mafia Anggaran
  • Lestarikan Permainan Tradisional, Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Festival Budaya Gasing
  • MUI: Umat Islam Jangan Ragu Puasa Arafah pada Selasa
  • MUI Pekanbaru Ingatkan Syarat Sembelih Hewan Kurban
  • Hewan Kurban Sehat di Bengkalis Dipasang Label
  • Dishub Bengkalis Optimalkan Pelayanan Sambut Lebaran Idul Adha
  • Ketua DPRD Inhil Sayangkan Tak Berkibarnya Bendera Merah Putih
  • Meriahkan HUT ke-73 RI, Bupati Inhil Apresiasi Berbagai Lomba Yang Digelar DWP
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index