Sabtu, 22 09 2018
Follow:
 
Ketua DPRD Inhil Sayangkan Tak Berkibarnya Bendera Merah Putih

alfi | Advertorial
Senin, 20/08/2018 | 11:21:58 WIB
TEMBILAHAN, LIPO - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Indragiri Hilir (Inhil), H Dani M Nursalam menyayangkan peristiwa tidak dikibarkannya bendera merah putih saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-73 RI pada Jumat (17/8/2018) kemarin di gedung wakil rakyat, Jalan HR Soebrantas Tembilahan.

Menurutnya, hal itu seharusnya tidak sampai terjadi, mengingat pengibaran bendera merah putih merupakan kewajiban bagi segenap Bangsa Indonesia.

Untuk itu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Inhil yang akrab disapa Dani ini meminta agar Sekretariat DPRD mengambil tindakan atas peristiwa tersebut.

"Kami sangat menyayangkan kenapa sampai ini bisa terjadi," kata Dani dengan nada kecewa, Ahad (19/8/2018).

Secara kelembagaan, Dani mengaku telah mendesak agar Sekretaris Dewan (Sekwan) mengambil tindakan tegas kepada pihak yang dianggap bertanggung jawab dengan kejadian tersebut. Jika terbukti hal itu disengaja, maka bisa dilakukan pemecatan.

"Harus ditelusuri, siapa yang bertanggung jawab. Apakah ini sengaja atau hanya kelalaian. Tapi tetap harus diberikan sangsi," tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan Dani, secara teknis kelengkapan maupun keperluan anggota DPRD ditangani oleh Sekretariat Dewan (Setwan). Demikian pula halnya dengan menaik dan menurunkan bendera pada hari-hari biasa.

"Setahu kita, ada petugas piket yang bertanggung jawab untuk hal itu," terangnya.

Sementara saat tanggal 17 Agustus 2018 kemarin, kata Dani lagi, bisa dikatakan seluruh anggota DPRD turun ke konstituen. Artinya, tidak ada aktivitas rapat di Kantor DPRD.

Namun, bukan berarti Kantor DPRD tidak dijaga. Saat itu, tetap ada pihak-pihak yang betugas mengurus Kantor DPRD. Ke depan, hal itu diharapkan Dani, tidak sampai terjadi lagi.

Seperti diberitakan sejumlah media, bertepatan dengan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 2018, di sekitar Gedung DPRD Inhil tidak dikibarkan bendera merah putih.

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Plt Sekwan Inhil, Indrayepi. Diakuinya, kejadian itu baru diketahui setelah viral diperberbincangkan nitizen di media sosial.

Oleh karena itu, lanjut Indrayepi, pihaknya meminta maaf atas kejadian tersebut dan akan memberikan sangsi kepada petugas piket sesuai dengan peraturan yang berlaku. (Advertorial)





Berita Lainnya :
 
  • Sindikat Curanmor di Masjid Dibekuk, Tiga Pelaku Anak di Bawah Umur
  • Ustadz Abdul Somad Disambut Antusias di Papua Barat
  • Nenek Berusia 104 Tahun Senang Dapat Bantuan dari Tim JB Polresta Pekanbaru
  • Jumlah Pemohon SKCK di Inhil Meningkat Jelang Pendaftaran CPNS
  • Polisi Musnahkan Narkoba Dari Malaysia Rp5,16 Miliar
  • 7.409 Honorer Pemrov Riau Dijaring BPJS Kesehatan Jadi Peserta JKN-KIS
  • 12 Media Terima Penghargaan Dari Bawaslu
  • Sat Reskrim Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal
  • Sat Reskrim Polres Inhil Amankan 130 Dus Rokok Ilegal
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index