Selasa, 20 November 2018
Follow:
 
Lestarikan Permainan Tradisional, Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Festival Budaya Gasing

alfi | Inderagiri Hilir
Senin, 20/08/2018 | 12:50:49 WIB
TEMBILAHAN, LIPO - Untuk terus melestarikan permainan tradisional atau permainan rakyat di tengah-tengah masyarakat pada zaman modern ini, Mahasiswa Kinerja UNRI di Desa Pulau Palas Kecamatan Tembilahan Hulu menggelar Festival Budaya Gasing (fesbug), Minggu (19/8/2018).

Festival yang dilaksanakan di lapangan terbuka Padar Pulau Palas itu mampu menarik perhatian warga sekitar, bahkan ada warga dari daerah lain yang ikut menyaksikan dan menjadi peserta dalam olahraga tradisional tersebut. Hal ini membuktikan, bahwa kepedulian warga untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya tidak hilang ditelan zaman.

Rifad Andrian Saragih, Ketua Kelompok Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) UNRI yang juga panitia pelaksana mengatakan, festival budaya gasing tersebut bertujuan untuk mengembangkan dan melestarikan seni budaya yang ada di daerah, khususnya di Desa Pulau Palas dan memberikan pemahaman kepada warga, sehingga nantinya permainan gasing ini tidak lagi dianggap permainan biasa.

"Festival yang kita laksanakan dalam rangka HUT RI 73 ini, cukup mendapat perhatian dari warga, karena selain diramaikan oleh para penonton, peserta yang mengikuti perlombaan juga banyak, yang berasal dari berbagai daerah di luar desa," tutur Rifad.

Dijelaskannya, dalam pelaksaan perlombaan tersebut, para peserta harus menunjukkan kebolehan mereka dalam memutar dan memukul gasing, sehingga akhirnya didapatlah beberapa pemenang yang berhak mendapatkan hadiah dari panitia.

"Sistem permainan menggunakan sistem gugur, yang dibagi beberapa group, dan tergantung jenis gasingnya," terangnya.

Fit, salah seorang peserta lomba mengatakan, bahwa dirinya tertarik mengikuti lomba tersebut karena memang selama ini ia sangat menyukai permainan gasing. Diakuinya, hampir setiap malam selama Bulan Ramadhan, ia dan teman-temannya bermain gasing di halaman rumah sambil menunggu datangnya waktu sahur.

"Saya sangat suka bermain gasing, karena selain olahraga, permainan ini juga bisa mendatangkan kegembiraan dan kesenangan bagi para pemain. Selain itu, tentunya dalam rangka melestarikan dan mempertahankan seni budaya kita agar tidak luntur dan tergeser oleh budaya luar," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Palas, Arifin dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan yang dimotori Mahasiswa Kukerta UNRI tersebut sangat diharapkan berlangsung dengan sukses, sehingga bisa menjadi motivasi dalam melaksanakan kegiatan kegiatan serupa pada masa mendatang.

"Festival Budaya Gasing ini kita harapkan sukses, karena dapat menjadi pemicu bagi kita semua untuk tetap melestarikan seni budaya masyarakat kita di masa datang," tulasnya.(lipo*7)




Berita Lainnya :
 
  • Empat Anggota PAW DPRD Pekanbaru Resmi Dilantik
  • DPRD Inhil Dukung Penuh Program Pemkab Bidang Pertanian dan Perkebunan Kelapa
  • Puluhan Massa APMI Datangi Gedung DPRD Inhil, Ini Tuntutannya
  • Jika Pusat Tak Turun Tangan, Pemko Pekanbaru akan Perbaiki Drainase di Jalan Sudirman
  • Syukuran di Kuansing, Syamsuar: Ini Rumah Bersejarah Bagi Kami
  • Naik 7,4 Persen, Pemko Pekanbaru Tetapkan UMK 2019 Rp2,762 Juta
  • Komisioner Petahana KPU Bengkalis Tidak Lulus Administrasi
  • Empat Orang Tewas Akibat Tabrakan Maut Antara Truk CPO dengan Mobil Travel di Jalan Lintas Duri
  • Tembilahan Hulu Ditetapkan Jadi Tuan Rumah MTQ Ke-49 Tingkat Kabupaten Inhil 2019
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index