Minggu, 24 Maret 2019
Follow:
 
Inggris Didesak Keluar dari Organisasi Uni Eropa
Pasar Saham Anjlok, Nilai Poundsterling Turun Dratis

alfi | Internasional
Sabtu, 25/06/2016 | 03:27:30 WIB
LIPO-Para pemimpin Uni Eropa menegaskan Inggris harus segera bertindak untuk merundingkan keluar dari organisasi itu sebab penundaan hanya akan memperpanjang ketidakpastian.

Kepala Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker, menegaskan "Kelompok dengan 27 anggota yang tersisa tetap akan berlanjut".

Penduduk Inggris memberikan suara 52% terhadap 48% untuk meninggalkan Uni Eropa, dan David Cameron telah mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri mulai bulan Oktober.

Dia mengatakan adalah keputusan perdana menteri baru untuk menerapkan pasal yang memulai penarikan keanggotaan Inggris.

Pasar saham dunia anjlok karena Brexit dan nilai poundsterling turun besar-besaran.

Juncker menghadiri pertemuan krisis dengan Presiden Parlemen Eropa, Martin Schulz, Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk dan Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte pada hari Jumat pagi (24/06).
Mereka kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyatakan penyesalan tetapi tetap menghormati keputusan Inggris.

Mereka mendesak Inggris "untuk menerapkan keputusan warga Inggris sesegera mungkin, seberapa sakitnya proses tersebut. Penundaan hanya akan memperpanjang ketidakpastian".

"Kami siap melakukan perundingan secepatnya dengan Inggris terkait persyaratan dan kewajiban penarikan diri dari Uni Eropa," tambahnya.

Sementara itu, bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, mengatakan warga Inggris telah memberikan suara untuk menyatakan kemerdekaan dari Uni Eropa.

Trump mengatakan ada persamaan antara kampanye Brexit, Inggris keluar dari Uni Eropa, dengan apa yang dilakukan dirinya.
Ketika berbicara di Skotlandia, saat mengunjungi salah satu lapangan golf miliknya, Trump mengatakan referendum tersebut "benar-benar bersejarah".

Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan dirinya menghormati pemungutan suara Inggris dan hubungan antara AS dan Inggris tetap akan terus berjalan.

Baik Inggris maupun Uni Eropa akan tetap menjadi rekan Amerika yang tidak terpisahkan, tambahnya.

Sementara itu Presiden Rusia, Vladimir Putin, menolak pandangan bahwa dirinya mendukung Brexit.

Dalam kunjungan ke Uzbekistan, Putin mengatakan hasil referendum menunjukkan ketidaksukaan Inggris terhadap migrasi dan masalah keamanan, di samping ketidakpuasan pada birokrasi Uni Eropa.

(lipo3/bbc)



Berita Lainnya :
 
  • DAK Fisik Kuansing 2019 Capai Rp131,5 Miliar, Ini Kata Mursini
  • Launching Aplikasi e-Sikap Versi Dua, Kadis Kominfo: Ini Fungsinya
  • Dinas PUPR Pekanbaru Diminta Segera Perbaiki Jalan Rusak
  • Hadapi Pemilu, Sekda Bengkalis Imbau Masyarakat dan ASN Tidak Share Berita Bohong
  • Jelang Pemilu April Mendatang, Polres Kuansing Gelar Apel Pasukan
  • Dapatkan Informasi Kondisi Cuaca, Kuansing Perlu Alat HVHS
  • UKW PWI 2019 Berjalan Sukses, SKK Migas Sumbagut Janji Terus Menyuport
  • 100 Hari Kerja Bupati dan Wabup Inhil, 240 Masyarakat Ikuti Operasi Katarak Gratis
  • Bawaslu Kuansing Laksanakan Bimtek TOT Bagi Fasilitator Panwaslu Kecamatan
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index