Jum'at, 22 November 2019
Follow:
 
Dua WNI Terjebak Bom Bandara Turki Sudah Terbang Pulang

alfi | Internasional
Kamis, 30/06/2016 | 11:41:10 WIB
ISTANBUL, LIPO-Dua pelajar warga negara Indonesia (WNI) sempat tertahan selama berjam-jam di stasiun kereta api Yeni Bosna, berjarak dua stasiun dari Bandara Internasional Ataturk, akibat serangan teroris di Istanbul, Turki. Keduanya yakni Erfan Ramadhani dan Fajrul Hikmah dalam keadaan selamat, tanpa luka sedikit pun.

"Alhamdulillah, mereka sekarang telah memperoleh penjadwalan ulang tiket dari Istanbul ke Kuala Lumpur. (Dari Malaysia, mereka baru transit ke Indonesia). Baru saja mereka lepas landas dari Turki sekira pukul 17.40 waktu setempat (pukul 23.00 WIB). Mohon doanya (agar mereka sampai selamat di tempat tujuan),"  demikian pesan terbaru yang Okezone dapat dari Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Azwir Nazar, Kamis (30/6/2016).

Erfan dan Fajrul sebelumnya dikabarkan sudah berada di Turki sejak Kamis 23 Juni 2016. Kedatangan mereka karena ada perlu untuk mengambil ijazah kelulusan S-1 dari Fakultas Sastra Inggris di Universitas Türk Hava Kurumu (THK).

Menghabiskan sepekan di sana, keduanya pun bermaksud untuk pulang ke Indonesia pada Rabu 28 Juni 2016 untuk berlebaran. Penerbangan mereka dengan Turkish Airlines dari Bandara Ataturk, kala itu dijadwalkan berangkat pada pukul 02.00 waktu Istanbul.

Nahas, tiga orang berpakaian serbahitam secara terpisah menyebar teror di bandara internasional tersibuk ketiga di Eropa tersebut pada pukul 22.40. Seorang dari mereka membuka serangan dengan tembakan membabi buta, sebelum akhirnya meledakkan diri. Aksi yang juga dilakukan kedua rekan terorisnya yang lain.

Alhasil, Erfan dan Fajrul yang sudah dalam perjalanan ke bandara menjadi tertahan. Demikian juga banyak penerbangan dari dan ke Istanbul ditunda akibat serangan mencekam pada Rabu malam itu. Membuat kedua pelajar Indonesia itu harus menunggu sampai keadaan kembali normal.

Bersama mereka, ada dua WNI lagi yang terjebak di Bandara Ataturk. Seorang bernama Roy Manik yang tertahan lebih dari 12 jam. Kemudian seorang lagi WNI yang bekerja di Jerman, ia tertahan di bandara saat transit menuju Indonesia.(lipo3/okz)




Berita Lainnya :
 
  • Korban DBD Makin Banyak, Dewan Nilai Diskes Kuansing Lamban
  • Pertama di Indonesia, Indosat Ooredoo Luncurkan Layanan IM3 Ooredoo
  • Bupati Rohil Hadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah
  • Aksi Seru Duel Udara TNI AU - TUDM di Butterworth
  • Ahmad Syah: APBD Riau 2020 Diprediksi Naik Jadi Rp10 Triliun
  • Disdik Riau dan Telkomsel MoU Digitalisasi Pendidikan
  • Hadiri Syukuran KAHMI, Mahfud MD Curhat Batal Jadi Wapres
  • Prajurit Yonko 462 Paskhas Raih Atlet Terbaik Kejuaraan Dankorpaskhas Cup V
  • Gelar Panen Bersama, Vina Fardinal: Tanaman Hidroponik Bernilai Ekonomis
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index