Rabu, 19 09 2018
Follow:
 
Seorang Ibu di Jerman Bunuh Empat Anaknya

beye | Internasional
Kamis, 14/07/2016 | 22:25:09 WIB
BERLIN (Lipo)-Seorang perempuan di Jerman menghadapi tuntutan atas kasus pembunuhan bayi yang ia lakukan. Perempuan bernama Andrea Goeppner itu didakwa telah menghilangkan nyawa empat anaknya sendiri.

Perempuan berusia 45 itu diketahui membunuh dan membuang empat bayinya ke dalam kantong plastik. Pembunuhan diduga telah dilakukan olehnya pada 2003 hingga 2013 lalu.

Dalam sebuah pengakuan, Andrea mengatakan ia tidak tahu berapa banyak bayi yang dibunuh dengan tangannya sendiri. Ia mengatakan pernah melahirkan delapan bayi di rumahnya sendirian, kemudian membungkusnya dengan handuk.

"Belum dipastikan apakah bayi-bayi tersebut kemudian meninggal dengan sendirinya atau dibunuh dengan cara sengaja membuat mereka mati lemas," ujar pernyataan dari pihak kejaksaan Jerman seperti dilansir Metro.co.uk, Kamis (14/7).

Andrea tidak menginginkan anak, meski telah menikah dengan pria bernama Johann Goeppner. Keduanya tidak memasang alat kontrasepsi dan setiap anak yang lahir kemudian diabaikan begitu saja. (Lipo*2/Rol)



Berita Lainnya :
 
  • Terkait Gugatan Lahan SD 006 Tagaraja Kateman, Ini Penjelasan Kadisdik Inhil
  • Bawaslu Riau Evaluasi Pengawasan Pilgubri 2018 Untuk Persiapan Pemilu 2019
  • Sitas Sebut Penyegelan SDN 006 Tagaraja Melanggar Hukum
  • Tingkat Disiplin ASN Rendah, Ini Penegasan Setwan DPRD Kuansing
  • Kalahkan Ronaldo, Messi Cetak 8 Hattrick di Liga Champions
  • Mogok Mengajar Meluas, Pemerintah Harus Respons Guru Honorer
  • Rupiah Kembali Tertekan
  • UNRI Persiapkan Rumah Adat Kenegerian Sentajo Sebagai Destinasi Wisata Budaya
  • Pemuda BNN Diharap Jadi Contoh Generasi Muda Jauhi Narkoba
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index