Kamis, 19 Juli 2018
Follow:
 
Seorang Ibu di Jerman Bunuh Empat Anaknya

beye | Internasional
Kamis, 14/07/2016 | 22:25:09 WIB
BERLIN (Lipo)-Seorang perempuan di Jerman menghadapi tuntutan atas kasus pembunuhan bayi yang ia lakukan. Perempuan bernama Andrea Goeppner itu didakwa telah menghilangkan nyawa empat anaknya sendiri.

Perempuan berusia 45 itu diketahui membunuh dan membuang empat bayinya ke dalam kantong plastik. Pembunuhan diduga telah dilakukan olehnya pada 2003 hingga 2013 lalu.

Dalam sebuah pengakuan, Andrea mengatakan ia tidak tahu berapa banyak bayi yang dibunuh dengan tangannya sendiri. Ia mengatakan pernah melahirkan delapan bayi di rumahnya sendirian, kemudian membungkusnya dengan handuk.

"Belum dipastikan apakah bayi-bayi tersebut kemudian meninggal dengan sendirinya atau dibunuh dengan cara sengaja membuat mereka mati lemas," ujar pernyataan dari pihak kejaksaan Jerman seperti dilansir Metro.co.uk, Kamis (14/7).

Andrea tidak menginginkan anak, meski telah menikah dengan pria bernama Johann Goeppner. Keduanya tidak memasang alat kontrasepsi dan setiap anak yang lahir kemudian diabaikan begitu saja. (Lipo*2/Rol)



Berita Lainnya :
 
  • Seribuan Buruh Riau Tuntut Kenaikan Upah 16 Persen
  • Kenakan Kemeja Putih, Idrus Marham Penuhi Panggilan KPK
  • Setelah Dibentuk Unit Kearsipan Dispersip Bekali OPD dan Kecamatan Tata Kelola Arsip
  • Dua Pria Warga Tembilahan Terduga Sabu Diamankan Polres Inhil
  • DPRD Inhil Gelar Rapat Paripurna Dengan Agenda Penyampaian¬†Pidato Bupati Soal 5 Ranperda 2018
  • Damdim 0314/Inhil Buka Diklat Pembinaan Mental, Fisik, Disiplin & Wawasan Kebangsaan Karyawan
  • Bupati Inhil Sampaikan Pidato Pengantar Terhadap 5 Ranperda 2018
  • PAN Rohil Daftarkan 45 Caleg ke KPU
  • PPP Inhil Daftarkan Calegnya ke KPU
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index