Kamis, 24 Mei 2018
Follow:
 
Copot Jilbab, 29 Perempuan Iran Dibui

elfi | Internasional
Sabtu, 03/02/2018 | 06:03:28 WIB
TEHERAN, LIPO-Sedikitnya 29 perempuan telah ditangkap oleh pihak berwenang Iran. Mereka ditangkap setelah ikut serta dalam demonstrasi melawan undang-undang yang memaksa mereka menyembunyikan rambut mereka di depan umum.

Gambar perempuan Iran yang memegang jilbab mereka tinggi-tinggi di jalan menjadi viral di media sosial. Mereka secara simbolis menolak apa yang oleh seorang aktivis digambarkan sebagai "campur tangan agama" yang lebih luas dalam kehidupan mereka.

"Kami berjuang melawan simbol penindasan yang paling terlihat," kata Masih Alinejad, yang menjadi host situs web My Stealthy Freedom di mana perempuan Iran memposting foto diri mereka tanpa jilbab seperti dikutip dari Independent, Sabtu (3/2/2018).

Polisi Iran dikutip oleh kantor berita Tasnim, yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah, mengatakan bahwa para perempuan telah ditipu untuk mengambil bagian dalam kampanye anti-jilbab yang dikenal sebagai Rabu Putih.

Jaksa penuntut umum, Mohammad Jafar Montazeri, dilaporkan menolak demonstrasi tersebut sebagai tindakan kekanak-kanakan dan mendapat hasutan dari luar negeri.

Setelah revolusi 1979 di Iran, perempuan diwajibkan hukum untuk menutupi rambut mereka dengan jilbab, dan mengenakan pakaian panjang yang longgar. Pelanggarnya bisa dihentikan di jalan oleh apa yang disebut "polisi moralitas" dan diingatkan, didenda atau ditangkap secara terbuka.

Seorang aktivis mengatakan: "perempuan-perempuan ini berkata, 'Sudah cukup - ini adalah abad ke-21 dan kami ingin menjadi diri kami sejati'".

Menurut Alinejad kecenderungan tersebut mengambil momentum setelah seorang perempuan mengupload video dan gambar di dunia maya, melambaikan syal putih di sebuah tongkat pada bulan Desember - sehari sebelum demonstrasi meletus melawan kondisi ekonomi di timur Iran.

Fokus demonstrasi meluas saat menyebar di seluruh negeri, dengan demonstran meminta pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, untuk mengundurkan diri.

Alinejad mengatakan bahwa perempuan tersebut ditangkap setelah video tersebut menjadi viral. Perempuan itu kini telah dibebaskan, menurut sebuah postingan di Facebook oleh pengacara hak asasi manusia Iran Nasrin Sotoudeh.

"Meskipun demonstrasi anti-pemerintah yang lebih luas telah berakhir, perempuan di seluruh Iran muak dan terus memprotes campur tangan agama dalam kehidupan pribadi kita", kata Alinejad.

Alinejad mengatakan bahwa dia sekarang dibanjiri video dan foto perempuan yang meniru video viral tersebut dan dia membagikannya di akun Twitter My Stealthy Freedom dan halaman Facebook.

"Orang-orang ini tidak berkelahi dengan sepotong kain, mereka melawan ideologi di balik kewajiban berjilbab," kata Alinejad, yang menyebut gerakan tersebut sebagai "wajah sejati feminisme." (lipo*3/snc)



Berita Lainnya :
 
  • Rajut Silaturahmi, Panwaslu Kuansing Adakan Buka Puasa Bersama
  • Sekda Inhil Harap Pembuatan & Pelaksanaan KLHS Dalam RPJMD Sesuai Potensi & Kondisi Daerah
  • Lukman Edy Sebut Bibit Radikalisme karena Adanya Pembiaran
  • Harga TBS Sawit Riau Naik Lagi Sedikit Pekan Ini
  • Kasasi Selesai, KPU Riau Segera Cetak Surat Suara 4 Paslon Pilgubri
  • Sita 4,5 Kg Sabu, BNNP Riau Dalami Keterlibatan Napi Lapas Pekanbaru
  • Pjs Bupati Inhil Imbau Tempat Hiburan Malam Ditutup dan Warung Makan Buka Menyesuaikan Waktu
  • Hadirkan Ustad Abdul Somad dan Ustad dari Palestina, BRC Peduli dan Berbagi dengan Anak Yatim
  • Kapolres Inhil Serahkan Bantuan Korban Kebakaran dan Bagikan Takjil di Desa Pulau Palas
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index