Jum'at, 22 Juni 2018
Follow:
 
Dua Mantan Anggota DPRD Bengkalis Tersangka Hibah

| Hukrim
Minggu, 20/05/2018 | 15:41:03 WIB
PEKANBARU, LIPO - Dua tersangka baru kasus dugaan korupsi penyimpangan dana hibah Kabupaten Bengkalis tahun 2012, merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya. Diyakini, pembuktian terhadap dua tersangka itu tidak akan jauh berbeda dengan tersangka sebelumnya.

Tersangka baru itu diketahui merupakan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014. Meski begitu, hingga kini belum diketahui identitas tersangka baru tersebut.

Penetapan tersangka itu merupakan tindak lanjut dari Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang baru diterbitkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau berdasarkan pengembangan perkara yang telah menjerat 8 orang sebagai pesakitan. Mereka juga telah dihadapkan ke persidangan dan dinyatakan bersalah.

Adapun para pesakitan yang telah dijebloskan ke penjara itu adalah mantan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah. Tersangka lainnya, yang merupakan mantan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014, yakni Purboyo, Hidayat Tagor, Rismayeni dan Muhammad Tarmizi.

Selain itu, juga terdapat nama mantan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, dan Azrafiani Aziz Rauf selaku Kabag Keuangan Pemkab Bengkalis. Terakhir, Ketua DPRD Bengkalis periode 2014-2019, Heru Wahyudi.

Barang bukti ini tak akan jauh berbeda dengan barang bukti sebelumnya. Penyidik juga masih menggunakan alat bukti delapan tersangka lama, dan selanjutnya akan diverifikasi. "Kita verifikasi pembuktian. Perlakuannya sama," ujar Direktur Reskrimsus Polda Riau, Kombes Pol Gidion Arif Setiawan, belum lama ini.

Salah satu bukti dimaksud adalah hasil penghitungan kerugian keuangan negara yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau. "Verifikasi pembuktian, terus BPKP juga," lanjut Gidion.

Dari informasi yang dihimpun, seorang yang menjadi tersangka dalam perkara yang telah merugikan keuangan negara lebih dari Rp31 miliar ini, berinisial Y. Yang bersangkutan diketahui telah diperiksa dalam statusnya sebagai tersangka.

Sebelumnya, Kejati Riau mengatakan telah menerima dua SPDP dari Penyidik Polda Riau. SPDP yang diterima baru-baru ini, tidak tertera nama tersangka.(lipo*3/rmc)

 








Berita Lainnya :
 
  • Buka Rapat Paripurna Milad ke-53, Ketua DPRD Inhil Ajak Masyarakat Sukseskan Pilkada Serentak
  • Pjs Bupati Inhil Pimpin Apel Hari Pertama Masuk Kerja Pasca Lebaran
  • Pimpin Apel Pasca Libur Lebaran, ini Pesan Plt Gubernur Kepada ASN dan Honorer
  • Usai Lebaran, Dua Tersangka Korupsi di Dispora Riau Jalani Pemeriksaan
  • Arus Balik dari Sumbar ke Riau Mulai Ramai
  • Elektabilitas Jokowi Kalahkan Prabowo Hanya di Empat Provinsi Ini
  • KPU Tegaskan 2.468 Lembar Surat Suara Riau Rusak
  • Sekeluarga Asal Riau Korban KM Sinar Bangun
  • Najib Razak Jelaskan Asal Kekayaannya
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index