Selasa, 23 Oktober 2018
Follow:
 
H Mafirion Berikan Pemahaman Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

| Kuantan Singingi
Minggu, 03/06/2018 | 10:09:23 WIB
KUANSING - Anggota MPR/DPR RI, H Mafirion, kembali memberikan pemahaman empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara di daerah pemilihan (Dapil) Riau II.

Kegiatan kali ini dilaksanakan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Provinsi Riau pada tanggal 2 Juni 2018.

Pada kesempatan tersebut, Mafirion menegaskan, untuk mencegah agar tidak terpengaruh dan tergelincir dengan kehidupan yang negatif, empat pilar MPR RI hendaknya sebagai pegangan hidup dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Karena itu harus kita cegah pengaruh-pengaruh negatif dengan pembekalan dan pemahaman empat pilar MPR ini. Yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika yang membingkai dan melandasi serta jadi pilar dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang harus dipegang teguh agar negara kesatuan tetap terpelihara," tegas mantan Ketua PSSI Riau itu.

Dijelaskan Mafirion, persatuan dan kesatuan bangsa harus terus dipelihara dan diperjuangkan. Harapannya, agar negara terus bersatu dalam NKRI.

"Agar kehidupan bangsa Indonesia semakin kukuh, hendaknya segenap komponen bangsa, disamping memahami dan melaksanakan Pancasila, juga secara konsekuen menjaga sendi-sendi utama lainnya, yakni UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar wakil rakyat yang juga anggota Komisi IX DPR RI itu.

Bang Ion, begitu Mafirion dikenal, lebih lanjut mengatakan, Pancasila sebagai ideologi bisa mengikat bangsa Indonesia yang demikian besar dan majemuk. Pancasila adalah konsesus nasional yang dapat diterima semua paham, golongan dan kelompok masyarakat di Indonesia. Dalam posisinya, Pancasila merupakan sumber jati diri, kepribadian, moralitas, dan haluan keselamatan bangsa.
 
Dalam kesempatan itu, pria yang juga anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga memberi pesan dalam memahami dan mensikapi persoalan-persoalan kebangsaan, tentang kebhinekaan, serta mengantisipasi adanya bibit-bibit yang mengancam kebhinekaan.

 "Apabila kita menyadari, bahwa kunci dari kebhinekaan adalah bagaimana kita bertoleransi dan tenggang rasa. Bagaimana kita dapat menghargai sesama manusia, agama, suku dan lainnya," tandas eks wartawan KOMPAS di Riau itu.

Bhinneka Tunggal Ika, lanjut Mafirion, dalam kehidupan berbangsa dan negara harus menjadi anugrah yang harus terus dijaga. Karena itu pula, generasi muda harus memahami betul empat pilar kebangsaan agar bisa benar-benar diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Kita tidak boleh membeda-bedakan. Meskipun berbeda agama, suku, dan ras, namun kita tetap satu dan bersaudara dalam konteks NKRI. Tidak boleh saling hujat. Jika itu terjadi di negara ini, bisa bubar nanti. Apalagi tidak ada negara dengan kebhinekaan seperti di Indonesia. Maka, perbedaan harus tetap utuh dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara," tegas Mafirion. *



Berita Lainnya :
 
  • KPK RI Kumpulkan Lima Kepala Bapenda di Bank Riau Kepri
  • Bupati Mursini Sampaikan 3 Langkah Strategis Saat Peringatan Hari Koperasi ke-71
  • Hadiri Doa Padang, Ini Harapan Bupati Kuansing pada Petani
  • Rampok di Sumber Jaya Kuansing, Todongkan Pistol ke Istri Korban, Uang Rp500 Juta Melayang
  • Dihantam Badai, Seorang Nelayan Hilang di Perairan Selat Bengkalis
  • Pilih Pengurus Baru, PWI Kabupaten Bengkalis Gelar Konferkab IV
  • Disnakertrans Riau Tetapkan UMP Tahun 2019 Rp2.662.025
  • Diikuti 32 Grup, KomPOr GAS Gelar Tanding Gasing Bagi Pecinta Permainan Rakyat
  • Wakapolres Janji Akan Selidiki Tuntas Penyebab Kematian Erizin Warga Teluk Pinang
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index