Rabu, 12 Desember 2018
Follow:
 
5 Nelayan Indonesia Ditangkap Polisi Diraja Malaysia

alfi | Internasional
Jumat, 28/09/2018 | 05:21:19 WIB
MEDAN, LIPO - Sebanyak 5 orang nelayan asal Kecamatan Sei Bilah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ditangkap petugas Kepolisian Diraja Malaysia saat tengah melaut di perairan Indonesia pada Selasa 25 September 2018.

Kelima nelayan itu adalah Abdul Rahman Ritonga alias Tekong (37), Alfan (43), M. Barlin (39), Danu Dirja (30) dan Zulkifli (54). Mereka kini mendekam di tahanan Kepolisian Diraja Malaysia di Penang.

Kabar mengenai penangkapan itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Rumah Bahari, Azhar. Menurutnya para nelayan tersebut berangkat melaut dari Sei Bilah pada hari Sabtu 22 September 2018 sekira Pukul 22.00 WIB, dengan menggunakan Perahu PB 64 KM Bunga Laut.

Lalu pada hari Rabu 26 September 2018 kemarin, sekira Pukul 09.00 WIB, salah seorang Nelayan yang bernama M.Barlin, melakukan komunikasi dengan istrinya yang bernama Siti Fatimah (43) dengan menggunakan nomor ponsel Malaysia. Barlin memberikan informasi kepada sang istri jika mereka ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia dan kini berada di Tahanan Pulau Penang Malaysia.

"Ini adalah penculikan. Karena kelima Nelayan tersebut masih berada di Perairan Indonesia, saat ditangkap," kata Azhar.

Menurut Azhar, dari beberapa kasus pemberitahuan yang dilakukan oleh Polisi Diraja Malaysia, hanya melalui Via Telepon.

"Belajar dari pengalaman pengalaman terdahulu seperti kasus sekarang ini, Polisi Diraja Malaysia hanya memberi kabar melalui Telpon, dan biasanya untuk berkomunikasi kembali, keluarga korban sangat sulit dengan menggunakan nomor Telpon yang sama pada saat pemberitahuan sebelumnya," beber Azhar.

Untuk itu, sebagai Direktur Eksekutif Rumah Bahari, Azhar meminta kepada Polisi Diraja Malaysia agar komunikasi ini bisa terus dilakukan.

"Kami berharap agar pihak Malaysia membuka komunikasi, sehingga hak hak keluarga para Nelayan untuk mendapatkan informasi serta keadaan keluarganya, bisa di ketahui," pintanya.

Tidak hanya itu, Azhar juga meminta kepada Pemerintah, agar segera melakukan Advokasi terhadap para Nelayan yang tertangkap, dan segera membebaskan Nelayan tersebut.

"Terkhusus untuk Kementrian Luar Negeri dan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta pemerintah Daerah, agar segera melakukan Advokasi," pungkasnya.(lipo*3/okz)



Berita Lainnya :
 
  • Banjir di Kampar Kembali Makan Korban Jiwa, Saat Cari Ikan Hanyut Terbawa Arus
  • Ketua Komisi IV DPRD Bengkalis Nakhodai IKA STIT, STAI dan STAIN
  • Lepas 90 Peserta MTQ, Ini Pesan Bupati Kuansing
  • Basarnas Evakuasi Korban Banjir Yang Mengalami Keguguran
  • Sungai Kampar Meluap, Aktivitas Sejumlah Sekolah Lumpuh
  • KPPBC TMP C Tembilahan Musnahkan Barang Hasil Penindakan 2017-2018 Senilai Rp3 M
  • Inhil Terima Penghargaan Kepatuhan Standar Pelayanan dari Ombudsman RI
  • Tingkatkan Silaturahim dan Ukhuwah Islamiyah, IKJR Inhil Laksanakan Maulid Nabi
  • Abdul Wahid Serahkan Bantuan Ambulans dan Alat Fogging ke Puskesmas Kotabaru Seberida
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index