Selasa, 21 Mei 2019
Follow:
 
Sosok Putra Osama bin Laden yang Diburu Amerika Serikat

alfi | Internasional
Senin, 04/03/2019 | 09:30:42 WIB
Sosok Hamza bin Laden tengah menjadi buruan Amerika Serikat. Bahkan AS telah menyiapkan uang sangat besar bagi siapa saja yang bisa menangkap Hamza. Jumlahnya USD 1 juta atau sekitar Rp14 miliar.

Hamza adalah salah satu anak Usama bin Laden. Usama diketahui memiliki 23 anak. Dan Hamza dianggap yang paling berbahaya.

Menurut beberapa laporan, Hamza berada di Pakistan. Tapi ada pula yang menyebut Hamza di Afghanistan. Lalu di mana Hamza bin Laden? Berikut sepak terjang Hamza bin Laden.

1. Hamza Sudah Dibentuk Menjadi Seorang Pemimpin

Saat masih muda, Hamza sudah dilatih oleh ayahnya agar kelak bisa memimpin Al Qaida. Hal itu diketahui dalam dokumen yang ditemukan di kamp tempat penggerebekan Usama, pemimpin Al Qaeda itu telah melatih Hamza agar suatu saat ia dapat mengambil alih kelompok teror tersebut.

Sejak 2001, Hamza muncul di sejumlah video. Pada 2005, ia terlihat dalam perang antara Al Qaeda dengan pasukan keamanan Pakistan di Waziristan selatan.

Pada 2007, diyakini Hamza telah mengambil peran yang lebih senior. Setahun kemudian, ia membuat pidato pertamanya atas nama kelompok teror. Di dalamnya, Hamza meminta para militan untuk mempercepat kehancuran bangsa sekutu yang berperang melawan Al Qaida.

2. Lahir dari Kawah Besi

Salah satu dokumen yang didapat CIA berisi tentang seruan Hamza yang menyebut dirinya "lahir dari kawah besi". Hamza juga siap untuk meraih kemenangan atau mati sebagai martir.

"Yang membuat saya sedih adalah laskar mujahidin sudah bergerak tapi saya tak bisa bergabung ke laskar ini," tulis Hamza dalam salah satu surat kepada ayahnya. "Dengan ini saya katakan kepadamu dan ke semua orang bahwa Alhamdulillah saya mengikuti jejak jihadmu," tambahnya.

Meskipun begitu, Hamza pernah sedih karena tak bisa bertemu ayahnya sejak 13 tahun. Saat itu ia terpisah dari ayahnya demi alasan keamanan.

3. Pernah Menyerukan Serangan ke Barat

Agustus 2016 lalu, Hamza membuat pesan audio yang menyerukan agar pengikutnya melancarkan pemberontakan terhadap kerajaan Arab Saudi. Hamza juga pernah mendesak Muslim di Barat untuk melakukan serangan.

"Pada 2015, (Hamza) bin Laden menyerukan serangan terhadap kepentingan-kepentingan AS, Perancis, dan Israel di Washington DC, Paris, dan Tel Aviv," kata pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri AS, 2017 lalu.(lipo*3/cnnindonesia)




Berita Lainnya :
 
  • Wabup Inhil Gelar Syukuran dan Buka Puasa Bersama di Kediaman Dinas
  • Saat Mudik Lebaran, Ini 7 Titik Daerah Rawan Longsor di Riau yang Harus Diwaspadai
  • Jika Tak Ada Gugatan di MK, KPU Tetapkan Presiden Terpilih 24 Mei
  • Polisi Tetapkan Lieus Sungkharisma Tersangka
  • ASN Pemprov Riau Dilarang Ikut Aksi Demo 22 Mei di Jakarta
  • Raih 11 Kursi Golkar Kembali Rebut Ketua DPRD Riau 2019-2024
  • Irup HKN ke-111, Wabup Inhil Ajak Aparatur Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Masyarakat
  • Pansus Ranperda Transportasi Haji DPRD Bengkalis Stuban ke Provinsi Jambi
  • Persiapan Arus Mudik, Dishub Bengkalis Siapkan Lima Armada Ro-Ro
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index