Rabu, 29 Januari 2020
Follow:
 
PBB Minta Hentikan Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

elpi | Internasional
Jumat, 29/11/2019 | 08:57:23 WIB
NEW YORK, LIPO - PBB menyerukan Israel untuk menghentikan pembangunan permukiman ilegal di wilayah palestina yang diduduki. Hal itu dianggap menyebabkan tak adanya perkembangan perundingan perdamaian antara kedua belah pihak.

"Intensifikasi permukiman ilegal, penghancuran rumah-rumah warga Palestina, dan penderitaan yang meluas di Gaza harus dihentikan. Tindakan-tindakan ini mengancam untuk merusak kelangsungan pendirian negara Palestina berdasarkan resolusi PBB yang relevan," ujar Kepala Staf Sekretaris Jenderal PBB Maria Luiza Ribiero Viotti pada Rabu (27/11), dikutip laman Anadolu Agency.

Menurut dia, tak ada perkembangan positif dalam perundingan damai antara Israel dan Palestina. Sebaliknya, proses tersebut kian memburuk.

Viotti mendorong kedua negara untuk kembali terlibat dalam perundingan menuju solusi dua negara. "Adalah ilusi berbahaya untuk berpikir bahwa konflik dapat dikelola atau ditahan selamanya," ujarnya.

Perundingan damai antara Israel dan Palestina dinilai akan makin pelik. Hal itu terjadi karena Amerika Serikat (AS) telah mengambil keputusan untuk tak lagi menganggap ilegal permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Padahal, pembangunan permukiman ilegal merupakan ganjalan terbesar dalam perundingan damai Palestina dengan Israel. Selain itu, pada Desember 2017 AS telah mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Palestina diketahui menghendaki Yerusalem Timur sebagai ibu kota masa depannya. Setelah pengakuan itu, Palestina memutuskan mundur dari perundingan damai dengan Israel yang dimediasi AS.

Palestina menganggap AS tidak lagi menjadi mediator yang netral. Pasalnya, Washington terbukti membela dan mengakomodasi kepentingan politik Israel.

Sebelumnya, Liga Arab juga menolak perubahan keputusan AS tentang status permukiman Israel. Liga Arab mengatakan, langkah itu mengancam perdamaian dan terang-terangan melanggar hukum internasional.

"Atas dasar apa Palestina bernegosiasi dengan Israel bila wilayah pendudukannya tidak ada?" kata Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit, Selasa (26/11).

Kantor berita Mesir, MENA, melaporkan, dalam rapat khusus di Kairo, Liga Arab menilai posisi AS tidak sah secara hukum. AS juga dinilai menunjukkan penghinaan kepada sistem internasional yang tidak pernah terjadi sebelumnya.(lipo*3/rol)



Berita Lainnya :
 
  • Tingkatkan Disiplin dan Kemampuan Dasar Prajurit, Kodim 0314/Inhil Laksanakan Minggu Militer
  • Heboh Virus Corona, RSUD PH Tembilahan Sediakan Tenaga Medis dan Ruang Perawatan Khusus
  • Bupati Wardan Minta APKL Berperan Aktif Tingkatkan Kesejahteraan Pedagang
  • Musrenbang di Kecamatan Peranap, Camat Usulkan 194 Prioritas Pembangunan
  • Enam Warga Riau di Wuhan Cina Dalam Kondisi Sehat
  • Tagih Utang, Nyawa Warga Bagan Punak Rohil Ini Melayang
  • Sekda Yan Prana: Asesmen Jabatan Eselon II Ditargetkan Maret
  • DPR Desak Menteri ESDM Umumkan Tak Ada Pencabutan Subsidi Elpiji 3 Kg
  • Kepala BKD: 43 Dinyatakan Gugur, 198 Tidak Memenuhi Passing Grade
  •  
     
     
     
       
    Nasional Daerah
    Politik Hukrim
    Ekonomi Otomotif
    Sport Internasional
    Hiburan Bandar Serai
    Lifestyle Tekno
    Travelling    
       
    Copyright © 2014-2015 LiputanOke.Com, All Rights Reserved - Redaksi - Pedoman Media Siber - Info Iklan - Disclaimer - Index