Libatkan Pihak Swasta, Agung Nugroho Targetkan Kota Pekanbaru Bebas Stunting

Jumat, 20 Februari 2026 | 13:52:48 WIB
Wako Pekanbaru Agung Nugroho/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, menargetkan Kota Pekanbaru dalam kepemimpinannya bebas stunting.

Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya mengentaskan stunting dengan sejumlah program. 

Bahkan, untuk pemenuhan nutrisi terhadap mereka yang terindikasi stunting, Agung menyebutkan, pihaknya juga telah menggandeng pihak swasta.

"Kita targetkan Pekanbaru bisa zero stunting," kata Wako Agung, Jumat (20/2/2026).

Dikatakan Wako Agung, kolaborasi dunia usaha diperlukan mengingat terbatasnya anggaran yang dimiliki pemerintah kota untuk menuntaskan berbagai persoalan salah satunya 

"Dengan keadaan saat ini transfer kas daerah dari pusat itu berkurang Rp400 miliar tahun ini, tentu kami mengajak sama-sama berkolaborasi membangun Kota Pekanbaru," ucapnya.

Untuk pengentasan stunting, terang Agung, Pemko Pekanbaru sendiri telah membentuk Badan Stunting Pekanbaru dengan pola kerjasama menjadi bapak angkat atau bapak asuh anak stunting.

Melalui pola tersebut, nantinya Pemko Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan dibantu para camat, lurah, RT, RW dan kader posyandu akan mendata anak-anak yang beresiko dan alami stunting.

"Setelah didata, lalu kami bisa kami sampaikan ke badan usaha. Mungkin nanti melalui beberapa cabang yang ada di Pekanbaru, bisa bekerjasama dengan posyandu untuk penyaluran bantuan," terang Agung.

Dijelaskannya, butuh anggaran sebesar Rp1.200.000 per bulan untuk satu anak stunting. Dalam penanganannya, bantuan disalurkan selama tiga bulan.

"Nanti silahkan badan usaha bekerjasama dengan kader posyandu. Nanti kader posyandu yang akan menerima uangnya dan langsung memasak makanan untuk bayi dan menyalurkan," pungkasnya.

Sebagai informasi tambahan, Agung menyampaikan, bahwa pada tahun 2025 lalu Pemko Pekanbaru telah berhasil menangani sebanyak 3.000 lebih kasus stunting. *****

 

 

Terkini