Inflasi Tahunan Riau Capai 5,30 Persen di Februari 2026, Tembilahan Tertinggi

Senin, 02 Maret 2026 | 17:51:30 WIB
Ilustrasi/F: int

PEKANBARU, LIPO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat terjadinya inflasi year on year (y-on-y) sebesar 5,30 persen pada Februari 2026. 

Kenaikan harga ini terpantau dari melonjaknya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari angka 106,42 pada Februari tahun lalu menjadi 112,06 pada bulan ini.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menjelaskan bahwa inflasi tertinggi secara tahunan terjadi di Kota Tembilahan yang mencapai 7,32 persen dengan IHK sebesar 113,24. Sementara itu, inflasi terendah tercatat di Kabupaten Kampar sebesar 5,14 persen dengan IHK 112,90.

"Secara umum, inflasi y-on-y ini didorong oleh kenaikan harga pada sembilan kelompok pengeluaran," ujar Asep dalam rilis resminya, Senin 2 Maret 2026.

Dikatakannya lonjakan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melejit hingga 19,60 persen. Disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang naik 16,27 persen. Kelompok pendidikan juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 5,05 persen.

Selain itu, kelompok makanan, minuman dan tembakau turut menyumbang inflasi sebesar 3,90 persen. Kelompok lainnya yang mengalami kenaikan adalah pakaian dan alas kaki (2,37 persen), kesehatan (2,08 persen), serta penyediaan makanan dan minuman/restoran (1,97 persen). Adapun kelompok transportasi mengalami inflasi tipis 0,61 persen, sementara kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,07 persen.

"Di sisi lain, dua kelompok pengeluaran justru mengalami deflasi atau penurunan harga. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga turun 0,99 persen, diikuti kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya yang terkoreksi 0,10 persen," ujarnya.

Jika dilihat secara bulanan (month to month/m-to-m), perekonomian Riau pada Februari 2026 mengalami inflasi sebesar 0,32 persen. Namun, secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/y-to-d), Provinsi Riau masih mencatatkan deflasi sebesar 0,12 persen.*****

 

Terkini