Cabang Starbucks di Seluruh Dunia Terancam, Gelombang PHK tak Terbendung

Senin, 18 Mei 2026 | 09:20:35 WIB
Starbucks/ist

LIPO -- Gelombang pemutusan hubungan kerja Starbucks kembali dengan pemangkasan 300 pekerjaan korporat di AS. Perusahaan berjanji akan membayar pesangon sebesar 120 juta dolar AS dan mengurangi nilai buku properti sebesar 280 juta dolar AS.

Sejak program transformasinya dimulai, Starbucks telah beberapa kali melakukan PHK, termasuk pemutusan hubungan kerja terhadap 1.100 pegawai korporat yang diumumkan pada Februari tahun lalu.

Starbucks mengumumkan pada Jumat (15/5/2026) dini hari bahwa perusahaan akan melakukan PHK terhadap 300 pegawai korporat di Amerika Serikat yang bekerja di kantor pendukung regional. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk kembali mencapai “pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan.”

Perusahaan mengatakan akan mengonsolidasikan sejumlah kantor pendukung regional di AS, termasuk menutup beberapa kantor di Atlanta, Burbank, Chicago, dan Dallas. Starbucks juga menyatakan tengah meninjau organisasi pendukung internasionalnya dan memperkirakan akan ada pemangkasan pekerjaan tambahan di luar AS.

Menurut perusahaan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk “mempertajam fokus, memprioritaskan pekerjaan, mengurangi kompleksitas, dan menekan biaya.” Starbucks menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan memengaruhi operasional gerai kopi mereka.

Dalam beberapa kuartal terakhir, biaya operasional Starbucks meningkat seiring CEO Brian Niccol menjalankan strategi transformasi bisnis yang berfokus pada operasional gerai. Strategi tersebut mencakup investasi besar untuk menambah staf barista.

Pada bulan lalu, para eksekutif Starbucks menyebut perusahaan telah mencapai tonggak penting dalam proses transformasi setelah mencatat pertumbuhan penjualan terkuat dalam lebih dari dua tahun. Namun, margin laba operasional perusahaan tercatat turun hampir setengah sejak transformasi dimulai pada akhir 2024.

Starbucks memperkirakan akan mengeluarkan sekitar 120 juta dolar AS untuk pembayaran pesangon bagi pegawai yang terkena PHK. Selain itu, perusahaan juga mengurangi nilai buku sejumlah aset properti sebesar 280 juta dolar AS, terutama terkait lokasi reserve dan roastery, serta beberapa fasilitas pendukung non-ritel.

Pada bulan lalu, Starbucks juga mengumumkan investasi sebesar 100 juta dolar AS untuk memperluas kehadirannya di wilayah Tenggara AS, termasuk membangun kantor pendukung baru di Nashville, Tennessee. Perusahaan memperkirakan kantor tersebut akan menampung sekitar 2.000 pegawai dalam lima tahun ke depan.

Di sisi lain, para eksekutif puncak Starbucks berpotensi menerima insentif masing-masing sebesar 6 juta dolar AS apabila target efisiensi biaya tertentu tercapai pada 2027, berdasarkan skema insentif yang disetujui dewan direksi musim panas lalu. Karena tentu saja, dalam ritual korporasi modern, PHK massal sering datang berdampingan dengan bonus eksekutif.(***)

Tags

Terkini