PEKANBARU, LIPO - BRK Syariah terus memperkuat bisnis emas sebagai salah satu motor pertumbuhan pembiayaan konsumer. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan dan Sertifikasi Penaksir Emas (Rahn) Batch I yang diikuti Account Officer, Branch Manager, Kepala Cabang Pembantu, hingga pimpinan bagian bisnis dari seluruh wilayah Riau Daratan.
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 18–19 Juni 2026, di Ruang Hang Tuah Menara Dang Merdu BRK Syariah ini menghadirkan narasumber dari Muamalat Institute, Tubagus Mukhlisin, bersama jajaran manajemen BRK Syariah, yakni Plt Direktur Utama Helwin Yunus, Pemimpin Divisi MSDI Rina Mutia Zuhra, dan Pemimpin Divisi Konsumer Irsyadi Sukri.
Plt Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus menyatakan, penguatan kompetensi penaksir emas menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menangkap peluang pertumbuhan bisnis rahn yang dinilai masih sangat prospektif di tengah kondisi industri pembiayaan yang semakin kompetitif.
Menurutnya, setiap kantor telah memiliki target pengembangan bisnis gadai emas, bahkan sejumlah unit telah menunjukkan realisasi yang positif. Ia optimistis peningkatan kompetensi SDM akan semakin mendorong pencapaian target tersebut.
“Emas harus menjadi salah satu produk unggulan BRK Syariah. Kita tidak hanya mengandalkan petugas gadai, tetapi seluruh insan BRK Syariah harus mampu menjadi duta yang memperkenalkan dan memasarkan produk emas kepada masyarakat,” ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Selain meningkatkan kemampuan teknis dalam melakukan penaksiran emas secara akurat, peserta juga dibekali strategi pemasaran, penguatan branding, hingga penyusunan rencana pengembangan bisnis agar layanan rahn BRK Syariah semakin dikenal luas.
“Evaluasi kegiatan setiap hari dan buat strategi yang baru dari evaluasi tersebut. Perlu banyak cara untuk mempromosikan produk-produk emas BRK Syariah, baik itu tabungan emas ataupun gadai emas,” kata Helwin lagi.*****