Tewaskan 3 Orang, Ketua DPRD Riau Minta Usut Tuntas Kecelakaan Kerja di Pelabuhan Tanjung Buton

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:01:19 WIB
Kaderismanto/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Ketua DPRD Provinsi Riau, Kaderismanto, menyerukan agar seluruh pemangku kepentingan segera melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan kecelakaan kerja di kawasan Pelabuhan Tanjung Buton, tepatnya di Desa Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. Peristiwa yang menewaskan 3 orang ini terjadi pada Selasa 7 Juli 2026 dini hari sekitar pukul 00.00 WIB.

Sebagai wakil rakyat Kaderismanto meminta agar akar penyebab kecelakaan ini diungkap secara komprehensif. Jika terdapat indikasi kelalaian atau pelanggaran terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), ia menegaskan bahwa oknum yang bertanggung jawab wajib menghadapi proses hukum yang berlaku.

"Kami mendorong seluruh institusi terkait untuk melakukan investigasi yang menyeluruh. Kejadian serupa tidak boleh terulang di masa depan. Bila ditemukan pelanggaran dalam aspek K3, proses hukum harus berjalan agar menjadi efek jera dan pelajaran berharga bagi semua pihak," ujar Kade, Sabtu 11 Juli 2026.

Lebih lanjut, Kaderismanto menyoroti pelaksanaan kegiatan draft survey yang dilakukan pada tengah malam di laut lepas. Menurutnya, hal ini patut menjadi perhatian serius mengingat tingginya risiko terhadap keselamatan pekerja.

Selain itu, ia mempertanyakan kelayakan kapal pompong kayu yang digunakan untuk operasional draft survey. Pihak terkait diminta menjelaskan apakah alat transportasi tersebut telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dan regulasi keselamatan kerja yang berlaku.

Tak hanya itu, Kaderismanto menekankan pentingnya ketersediaan dan penggunaan perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung bagi seluruh personel sebelum berangkat, serta memastikan kapal dalam kondisi laik laut dan aman untuk dioperasikan.

"Kami juga akan meminta klarifikasi resmi dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau terkait implementasi K3 dalam kegiatan ini. Termasuk di dalamnya SOP pekerjaan malam hari di tengah laut, mekanisme pengawasan terhadap aktivitas berisiko tinggi, serta strategi pencegahan agar tragedi ini tak terulang kembali," pungkasnya.

Seperti diketahui insiden ini bermula ketika sebuah kapal pompong mengangkut tujuh orang menuju MV Himala untuk melaksanakan kegiatan draft survey atas muatan cangkang yang akan diekspor ke Jepang. Namun ditengah perjalanan, kapal tersebut tenggelam di perairan laut.

Dalam musibah ini, tiga orang berhasil menyelamatkan diri, tiga lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, dan satu orang masih dinyatakan hilang hingga kini.****

 

 

Terkini