Disdik Pekanbaru Terbitkan Panduan MPLS 5 Hari: Bebas Perpeloncoan dan Ada Program Green City

Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:15:14 WIB
Kadisdik Pekanbaru, Alek Kurniawan/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru resmi mengeluarkan panduan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. 

Panduan ini bertujuan memastikan awal masuk sekolah menjadi momen yang aman, nyaman, edukatif, dan berpusat pada pemenuhan hak anak.

Disdik menegaskan MPLS harus jadi ruang adaptasi yang menyenangkan, bukan menegangkan bagi siswa baru.

"Pelaksanaan MPLS dijadwalkan berlangsung selama 5 hari pada minggu pertama masuk sekolah," kata Plt Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, Sabtu (11/7/2026).

Ketentuan ini berlaku wajib bagi seluruh jenjang pendidikan di Kota Pekanbaru, mulai dari PAUD, SD, SMP negeri dan swasta, hingga satuan pendidikan non-formal seperti SKB dan PKBM.

Pelaksanaan MPLS tahun ini dirancang dengan pendekatan humanis. Tujuannya untuk mengenali potensi diri murid baru secara positif, mengenalkan ekosistem dan warga sekolah, kurikulum, serta lingkungan fisik sekolah agar proses adaptasi berjalan inklusif.

Guna memastikan tujuan tersebut tercapai, Disdik menetapkan 3 pilar utama yang harus didukung semua pihak:

1. Lingkungan Aman

Sekolah dilarang keras melakukan perpeloncoan, kekerasan, pungutan biaya, dan penggunaan atribut tidak edukatif.

2. Pengawasan Guru

Tidak ada aktivitas di luar tujuan adaptasi. Semua kegiatan wajib di bawah pengawasan ketat guru.

3. Integrasi Karakter

Materi wajib berfokus pada pembentukan karakter dan kepedulian lingkungan.

Integrasi Nilai Karakter dan Lingkungan atau Green City menjadi materi wajib MPLS tahun ini. Materinya meliputi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, Etika Sopan dan Santun Bermedia Sosial, serta Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun).

Untuk lingkungan, Disdik mewajibkan gerakan pembiasaan pemilahan sampah dan program "1 siswa 1 polybag tanaman" untuk mewujudkan sekolah hijau yang berkelanjutan.

Peran orang tua juga ditekankan. Disdik mengajak orang tua aktif membangun komunikasi dengan sekolah. Dimulai dari gerakan "Ayah Teladan Indonesia" dengan mengantar anak di hari pertama, hingga mendampingi transisi anak dengan semangat positif.

"Kita bersama ingin anak-anak melangkah ke sekolah dengan senyuman dan rasa ingin tahu yang tinggi. Melalui MPLS yang edukatif ini, mari kita bersama-sama baik sekolah, orang tua, maupun masyarakat bergandengan tangan memastikan lingkungan belajar di Pekanbaru ramah bagi tumbuh kembang anak, bebas dari kekerasan, serta peduli pada kelestarian lingkungan," papar Tommy.

Untuk menjamin pelaksanaan, Disdik akan melakukan pengawasan ketat melalui sistem pelaporan berjenjang. Mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pasca pelaksanaan. Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan demi memastikan kenyamanan seluruh peserta didik.*****

 

Terkini