Pendaki Ritual Tewas Jatuh 100 Meter di Jalur Torean Rinjani, Begini Kronologinya

Selasa, 28 Juli 2026 | 18:50:30 WIB
Tim Sar Gabungan Saat Mengevakuasi Korban/F: ist

LOMBOK, LIPO - Seorang pendaki ritual berinisial IGA (17), meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang sedalam 100 meter di jalur pendakian Torean, Taman Nasional Gunung Rinjani, pada Senin (27/7/2026) malam.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TN Gunung Rinjani (TNGR) , Astekita Ardi, menjelaskan, kecelakaan itu baru diketahui setelah dilaporkan oleh rekannya I Wayan Mega Suardika kepada petugas SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Rinjani sekitar pukul 19.00 Wita. Lokasi kejadian berada di sekitar Kebun Jeruk, tepatnya di atas shelter sebelum Banyu Urip.

“Berdasarkan data Resor Torean, korban terdaftar sebagai pendaki ritual. Ia mulai mendaki pada 26 Juli 2026 melalui jalur Dusun Senange, Desa Sambik Elen, Kabupaten Lombok Utara, dengan membawa Surat Keterangan Lurah Cakranegara Selatan,” jelas Astekita Ardi. 

“Begitu menerima laporan, tim Balai TN Gunung Rinjani langsung berkoordinasi dengan tim evakuasi Edelweiss Medical Health Center (EMHC) dari Asuransi Syariah Kita Bisa pukul 19.05 Wita,” tambahnya. 

Astekita Ardi menyebutkan, berdasarkan komunikasi dengan rekan korban, IGA mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh dan tidak ada pergerakan di medan yang cukup berat. 

“Kondisi medan tidak memungkinkan pendirian tenda di titik jatuh, sehingga rekan korban diminta mendirikan tenda di Shelter Kebun Jeruk,” jelas Astekita Ardi. 

Kemudian pada pukul 19.35 Wita koordinasi dilanjutkan dengan Bhabinkamtibmas Desa Torean dan piket Kantor SAR Mataram. Tim evakuasi EMHC bergerak ke pintu pendakian Torean pukul 20.35 Wita.

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari EMHC, Unit SAR Lombok Timur, Basarnas Mataram, TNI/Polri, porter, dan petugas Balai TNGR baru tiba di Dusun Torean pukul 23.08 Wita. Selanjutnya tim bergerak menuju pintu pendakian Torean pukul 00.15 Wita dan bertemu rekan korban di Shelter Kebun Jeruk pukul 02.00 Wita.

Proses evakuasi korban tidaklah mudah, pengangkatan korban dari jurang dilakukan mulai pagi. Pukul 10.30 Wita korban baru berhasil dievakuasi ke Shelter Kebun Jeruk dan dibawa turun. 

Pukul 16.20 Wita, jenazah tiba di Pintu Pendakian Torean dan langsung dibawa ke Puskesmas Senaru. 

“Setelah itu jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Cakranegara,” jelasnya. 

Pihak Balai TNGR mengapresiasi kerja cepat dan kolaborasi Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Mataram, TNI/Polri, EMHC, Unit SAR Lombok Timur, relawan dan petugas TNGR.*****

 

 

Tags

Terkini