Sasar 17 Desa 3T, Polda Riau Gulirkan Ekspedisi Merah Putih Presisi 2026

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:13:32 WIB
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan secara resmi melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi/lipo

PEKANBARU, LIPO — Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan secara resmi melepas Tim Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau Tahun 2026 dalam apel kesiapan di Mapolda Riau, Sabtu (1/8/2026).

Program ini akan menjangkau 17 desa di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai upaya menghadirkan negara hingga ke titik paling luar sekaligus memperkuat persatuan dan kesejahteraan masyarakat.

Dalam amanatnya, Herry menegaskan bahwa Provinsi Riau memiliki posisi strategis dengan wilayah pesisir, kepulauan, hingga kawasan terluar yang menjadi bagian penting kedaulatan bangsa. Karena itu, kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga harus mampu mendengar, memahami, dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Ekspedisi ini bukan sekadar memberi label wilayah 3T, tetapi memahami kondisi masyarakat agar setiap langkah yang diambil benar-benar berdampak nyata,” ujarnya.

Mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Menjaga Keberlanjutan,” kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat pesisir.

Kapolda juga menekankan pentingnya pendekatan humanis melalui komunikasi aktif serta deteksi dini terhadap potensi persoalan di lapangan.

Tak hanya itu, ekspedisi ini juga mengedepankan konsep Green Policing, terutama melalui upaya restorasi mangrove di wilayah pesisir Riau yang rentan abrasi. Menurut Herry, menjaga lingkungan merupakan bagian dari menjaga kedaulatan negara.

“Jika mangrove terus tergerus abrasi, wilayah NKRI juga bisa menyusut. Maka menanam kembali adalah keharusan demi masa depan,” tegasnya.

Sementara itu, Karo Ops Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto memastikan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan matang agar kegiatan berjalan aman dan tepat sasaran. Ekspedisi akan berlangsung hingga 17 Agustus 2026 dan menyasar 17 desa di berbagai wilayah Riau.

Ia menjelaskan, setiap tim akan menjalankan tujuh agenda utama, yakni penanaman pohon dan mangrove, pembagian bendera Merah Putih, bantuan mesin ketinting, penyerahan sepeda motor untuk Polsek terluar, dialog dengan masyarakat, penyaluran bantuan sosial, serta kegiatan makan bersama sebagai simbol kedekatan Polri dengan masyarakat.

“Kami ingin kehadiran tim benar-benar dirasakan, bukan sekadar seremonial. Harus ada manfaat nyata yang dibawa untuk masyarakat,” kata Ino.

Melalui ekspedisi ini, Polda Riau berharap terbangun hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, meningkatnya semangat kebangsaan, serta tumbuhnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan dan keberlanjutan wilayah pesisir Indonesia.(***)

Tags

Terkini