KEPULAUAN MERANTI, LIPO – Dalam upaya menanamkan kebiasaan hidup hemat dan mengenalkan pentingnya mengelola uang sejak usia dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) BERDAMPAK Tahun 2026 Desa Kedabu Rapat menggelar kegiatan Sosialisasi Menabung Sejak Dini di SD Negeri 9 Kedabu Rapat.
Kegiatan ini ditujukan kepada siswa kelas 1 sekolah dasar sebagai langkah edukatif untuk memperkenalkan konsep menabung dengan cara yang sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh anak-anak.
Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KUKERTA UNRI BERDAMPAK 2026 Desa Kedabu Rapat dalam memberikan edukasi yang bermanfaat bagi generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para siswa diperkenalkan dengan pentingnya menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk ditabung, serta diajarkan bagaimana membedakan antara kebutuhan dan keinginan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh mahasiswa KUKERTA UNRI BERDAMPAK 2026. Dalam penyampaian materi, mahasiswa mengajak para siswa untuk mengenal konsep menabung melalui bahasa yang sederhana dan contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan mereka.
Para siswa diberikan pemahaman bahwa menabung tidak harus dimulai dari jumlah yang besar, tetapi dapat dilakukan secara perlahan dan konsisten dengan menyisihkan sebagian uang yang dimiliki.
Selain itu, mahasiswa juga menjelaskan berbagai manfaat menabung, seperti membantu mewujudkan keinginan di masa depan, belajar hidup hemat, serta melatih sikap disiplin dan bertanggung jawab. Para siswa juga diajak untuk memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan agar dapat menggunakan uang dengan lebih bijak.
Tidak hanya melalui penyampaian materi, kegiatan ini juga mengimplementasikan kebiasaan menabung melalui aktivitas kreatif dan menyenangkan.
Para mahasiswa KUKERTA UNRI BERDAMPAK 2026 menyediakan celengan yang kemudian dibagikan kepada siswa kelas 1 SD Negeri 9 Kedabu Rapat. Para siswa diajak untuk mewarnai dan menghias celengan mereka masing-masing sesuai dengan kreativitas dan imajinasi.
Kegiatan mewarnai celengan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengajarkan praktik menabung secara langsung kepada para siswa. Melalui celengan yang telah mereka warnai sendiri, siswa diharapkan memiliki rasa kepemilikan dan semangat untuk mulai menyisihkan uang sejak dini.
Aktivitas ini juga dirancang untuk membuat proses belajar mengenai keuangan menjadi lebih menyenangkan dan berkesan bagi anak-anak.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat bersemangat mengikuti penyampaian materi serta aktif dalam kegiatan mewarnai celengan. Suasana semakin meriah ketika para siswa menunjukkan hasil kreativitas masing-masing.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi juga mengajak siswa untuk langsung mempraktikkan kebiasaan menabung melalui celengan yang telah mereka hias.
Mahasiswa KUKERTA UNRI BERDAMPAK 2026 Desa Kedabu Rapat menyampaikan bahwa kebiasaan menabung penting untuk dikenalkan sejak usia dini karena dapat membentuk karakter anak yang lebih disiplin, mandiri, hemat, dan bertanggung jawab dalam mengelola uang.
"Melalui kegiatan sosialisasi dan mewarnai celengan ini, kami berharap anak-anak dapat memahami bahwa menabung merupakan kebiasaan baik yang bisa dimulai sejak sekarang. Tidak harus dengan jumlah yang besar, yang terpenting adalah membangun kebiasaan untuk menyisihkan uang dan belajar mengelola keuangan dengan bijak.
Dengan adanya celengan yang mereka warnai sendiri, kami berharap anak-anak semakin termotivasi untuk mulai menabung dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai kebiasaan sehari-hari," ujar salah satu mahasiswa KUKERTA UNRI BERDAMPAK 2026.
Melalui kegiatan Sosialisasi Menabung Sejak Dini dan Mewarnai Celengan ini, Mahasiswa KUKERTA UNRI BERDAMPAK 2026 Desa Kedabu Rapat berharap edukasi yang diberikan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan positif bagi siswa SD Negeri 9 Kedabu Rapat.
Dengan mengenalkan budaya menabung melalui edukasi dan praktik kreatif sejak usia dini, para siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang lebih hemat, disiplin, mandiri, dan bijak dalam mengelola keuangan di masa mendatang.(***)