ANAMBAS, LIPO - Pukul 04.00 dini hari, langit Desa Mengkait, Kabupaten Kepulauan Anambas masih gelap. Di tengah sunyi dan suara ombak, Linda (40), mendorong gerobaknya menuju sumur. Itu awal dari perjuangannya setiap hari.
Bagi warga kota, air bersih cukup dengan memutar keran. Tapi di desa terluar Indonesia ini, air harus dijemput dengan tenaga. Linda menjadi salah satunya.
Dua Pekerjaan, Satu Tujuan: Sekolah Anak
Selain sebagai tenaga kebersihan desa, Linda juga mengangkut air bersih untuk dua keluarga pelanggan. Sekitar 10 jerigen air ia angkut tiap hari.
Ketika warga membeli bahan bakar di SPBU mini di dataran tinggi, Linda kembali mendorong gerobaknya. Tidak semua orang punya kendaraan untuk membawa minyak ke rumah.
"Pekerjaan ini memang berat, tetapi selama badan masih kuat saya akan terus bekerja. Semua ini untuk anak-anak," ujarnya lirih.
Sebagai ibu tunggal dengan dua anak, Linda menggantungkan semua harapan pada pendidikan. Putri sulungnya kelas 1 SMP, anak laki-lakinya masih SD.
"Saya ingin anak perempuan saya bisa kuliah. Mudah-mudahan nanti bisa menjadi putri daerah yang membangun Desa Mengkait," katanya.
Gerobak CSR BRK Syariah: Tambahan Tenaga, Tambahan Rezeki
Titik balik itu datang Desember 2025. Melalui program CSR, BRK Syariah menyerahkan bantuan gerobak sorong kepada Linda.
Bagi banyak orang mungkin hanya gerobak. Tapi bagi Linda, ini berarti segalanya. Gerobak lamanya sudah rapuh. Kini dengan dua gerobak, ia bisa mengangkut air dan minyak secara bergantian. Waktu kerja lebih efisien, kapasitas meningkat, penghasilan lebih terjaga.
"Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Sekarang pekerjaan mengangkut air dan minyak lebih mudah. Penghasilan yang saya dapat saya gunakan untuk biaya sekolah anak-anak," tuturnya.
Inklusi Keuangan Sampai ke Ujung Negeri
Perubahan besar lainnya: Linda kini menjadi nasabah BRK Syariah. Di pulau yang belum ada kantor bank, rumah sakit, maupun layanan publik selain kantor desa, kehadiran bank syariah ini memberi rasa aman.
"Di sini tidak ada bank. Kami senang BRK Syariah bisa sampai ke sini. Sekarang kami punya tempat menyimpan uang dengan aman. Saya menabung supaya nanti anak-anak bisa terus sekolah," ungkapnya.
Bagi BRK Syariah, CSR bukan sekadar bagi bantuan. Ini tentang menciptakan modal produktif. Saat alat kerja bertambah, produktivitas naik. Saat penghasilan naik, pintu pendidikan anak terbuka.
Di Ujung Negeri, Harapan Tetap Berjalan
Setiap subuh, yang didorong Linda bukan hanya gerobak berisi air. Ia sedang mengantarkan harapan. Harapan anaknya kuliah. Harapan bahwa jarak dan laut tidak akan memutus cita-cita.
Di Desa Mengkait, kepedulian memilih untuk hadir. Setapak demi setapak, bersama masyarakat.*****