PEKANBARU, LIPO - Pertemuan internasional Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle (IMT-GT) Green Cities Mayor Council (GCMC) 2026 resmi digelar di Kota Pekanbaru, Rabu (5/8/2026).
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto hadir dan membuka forum bersama para kepala daerah dari 3 negara anggota IMT-GT.
Pertemuan ini menjadi wadah penguatan kerja sama lintas negara dalam menghadapi tantangan lingkungan dan mendorong pembangunan kota hijau di kawasan.
SF Hariyanto dalam sambutannya menegaskan, persoalan lingkungan tidak mengenal batas negara. Karena itu kolaborasi IMT-GT sangat penting.
"Kita berkumpul untuk memperkuat kerjasama IMT-GT dalam menjaga lingkungan bersama. Indonesia, Malaysia, Thailand berada dalam satu kawasan yang saling terhubung. Udara tidak mengenal batas negara. Persoalan dari satu wilayah akan berdampak pada wilayah lainnya," ujar SF Hariyanto.
Ia menyebut Pemerintah Provinsi Riau terus mempercepat program pengendalian perubahan iklim. Beberapa program yang dijalankan antara lain penurunan emisi gas rumah kaca, pengelolaan sampah menjadi energi listrik, hingga pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui operasi darat, udara, modifikasi cuaca, serta pelibatan masyarakat.
Selain itu, Riau juga tengah menyiapkan skema perdagangan karbon melalui program "Green for Riau". Program ini memperkuat tata kelola pengukuran dan penurunan emisi agar menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat yang menjaga hutan gambut.
"Semakin baik kita melindungi hutan, semakin sedikit kebakaran, semakin rendah emisi, dan semakin besar manfaat ekonomi yang dihasilkan," katanya.
SF Hariyanto berharap Pekanbaru tidak hanya dikenang sebagai tuan rumah, tetapi juga sebagai tempat lahirnya kerja sama rendah karbon bagi kawasan Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho sebelumnya menyampaikan rasa bangga karena Pekanbaru dipercaya menjadi tuan rumah pertemuan kepala daerah se-IMT GT.
"Ini sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi masyarakat Riau. Dan sebuah kebanggaan bagi kami bahwa IMT-GT ini tuan rumahnya diberikan amanah kepada Pemerintah Kota Pekanbaru," kata Agung.
Menurutnya, pembangunan kota hijau tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu kerja sama dan saling bertukar masukan antar kepala daerah di Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
"Tentu kerja sama ini juga tidak terlepas bagaimana kerja sama kita dalam mensejahterakan masyarakat kita di daerah masing-masing," ucapnya.
Pertemuan GCMC 2026 di Pekanbaru dijadwalkan berlangsung hingga 7 Agustus 2026 dengan agenda seminar, diskusi panel, dan penandatanganan komitmen bersama terkait kota hijau.*****