PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggenjot program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga 10 Agustus 2026, capaian program unggulan nasional ini di Pekanbaru baru menyentuh 208.507 peserta atau 20,10 persen dari total sasaran 1.037.263 jiwa.
Ratusan ribu peserta tersebut dilayani di 21 Puskesmas yang tersebar di 12 kecamatan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mengakui masih ada pekerjaan rumah besar untuk meningkatkan partisipasi masyarakat.
"Dengan jumlah sasaran yang cukup besar tersebut, Diskes Pekanbaru terus memperluas pelaksanaan CKG," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Pekanbaru, Edi Satriawan, Senin (10/8/2026).
Data Dinkes menunjukkan capaian CKG belum merata. Dari lima puskesmas dengan data terbesar, terjadi kesenjangan yang cukup jauh, dimana Puskesmas Langsat menjadi yang tertinggi sasaran 20.914 jiwa dengan capaian 6.928 orang (33,13%). Disusul Puskesmas Senapelan dengan sasaran 37.298 jiwa, dengan capaian 9.946 orang (26,67%).
Sedangkan Puskesmas Rawat Inap Karya Wanita sasarannya 39.735 jiwa dengan capaian 7.900 orang (19,88%). Untuk Puskesmas Rumbai sasaran 34.618 jiwa, capaian 4.645 orang (13,42%). Sedangkan Puskesmas Melur menjadi yang terendah, sasaran 24.288 jiwa, dengan capaian baru 2.910 orang (11,98%).
Kondisi ini menjadi perhatian serius Dinkes, mengingat program CKG merupakan program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto yang tahun ini memasuki tahun kedua pelaksanaan.
Secara nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan cakupan CKG mencapai 46 persen dari total penduduk atau sekitar 130 juta jiwa sepanjang 2026. Fokusnya pun bergeser, tidak lagi sekadar skrining, tetapi memastikan masyarakat yang terdeteksi sakit langsung mendapatkan penanganan gratis.
Untuk mengejar target di Pekanbaru, Dinkes menerapkan dua strategi utama. Selain mengoptimalkan pelayanan di puskesmas, Dinkes juga menggandeng Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk percepatan.
Langkah paling agresif adalah melakukan jemput bola CKG secara aktif di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pekanbaru.
"Optimis (capai target). Kita juga aktif melakukan CKG di setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru," tegas Edi.
Menurutnya, skema ini efektif untuk mendekatkan layanan sekaligus membangun budaya pemeriksaan kesehatan berkala di kalangan ASN yang diharapkan menular ke masyarakat umum.
Dinkes mengimbau warga yang belum memanfaatkan program ini untuk segera mendaftar melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile atau datang langsung ke puskesmas terdekat dengan membawa KTP. Program ini gratis untuk semua kelompok usia, mulai dari bayi, remaja, dewasa, hingga lansia.*****