PEKANBARU, LIPO - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sepanjang Januari hingga Juli 2026 tercatat 534 kasus DBD di Pekanbaru, dengan 1 orang meninggal dunia.
Sekretaris Diskes Pekanbaru Deddy Sambudi mengatakan, korban meninggal merupakan warga Kecamatan Tuah Madani. Saat ini tim sedang melakukan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui penyebabnya.
"Satu orang meninggal dunia, warga Kecamatan Tuah Madani. Kita melakukan penyelidikan epidemiologi apa yang menyebabkan," kata Deddy, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan data Diskes, sebaran kasus DBD tertinggi terjadi di Kecamatan Tuah Madani dengan 86 kasus. Disusul Kecamatan Marpoyan Damai 85 kasus, dan Kecamatan Bukit Raya 66 kasus.
Berikut rincian sebaran kasus DBD per kecamatan di Pekanbaru per Juli 2026:
- Tuah Madani: 86 kasus
- Marpoyan Damai: 85 kasus
- Bukit Raya: 66 kasus
- Binawidya: 44 kasus
- Tenayan Raya: 44 kasus
- Payung Sekaki: 39 kasus
- Rumbai*l: 33 kasus
- Rumbai Timur: 32 kasus
- Lima Puluh: 31 kasus
- Kulim: 28 kasus
- Sail: 11 kasus
- Rumbai Barat: 11 kasus
- Senapelan: 10 kasus
- Sukajadi: 10 kasus
- Pekanbaru Kota: 4 kasus
"Untuk pasien yang dirawat tidak ada, sudah sembuh," jelas Deddy.
Deddy meminta masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus: Menguras, Menutup, Mengubur, plus menabur bubuk larvasida.
"Kami menghimbau masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat," terangnya.
Selain itu, Diskes bersama Puskesmas juga intens melakukan upaya pencegahan seperti fogging di titik-titik rawan dan pembersihan jentik-jentik nyamuk di rumah warga.
Pemko Pekanbaru berharap dengan partisipasi aktif masyarakat, jumlah kasus DBD bisa ditekan dan tidak ada lagi korban jiwa.*****