Dari Kampar hingga Bengkalis, Tim Manggala Agni Masih Berjibaku Padamkan Karhutla

Ahad, 16 Agustus 2026 | 14:03:54 WIB
Ilustrasi/F: int

PEKANBARU, LIPO - Tim Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat kabupaten di Riau, pada Minggu (16/8/2026). 

Operasi pemadaman dan pendinginan fokus dilakukan di Kampar, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Indragiri Hulu yang masih terpantau ada titik api dan bara.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto mengatakan, personel di lapangan tidak hanya memadamkan api aktif, tetapi juga melakukan mopping up atau pendinginan agar api tidak muncul kembali.

“Tim Manggala Agni hari ini masih melakukan pemadaman dan penanganan lanjutan di beberapa lokasi. Untuk lokasi yang sudah dalam tahap mopping up, personel memastikan tidak ada lagi bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala,” kata Ferdian, Minggu (16/8/2026).

Di wilayah kerja Daops Pekanbaru, satu regu dikerahkan ke Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Penanganan di lokasi ini sudah memasuki hari kedua.

Regu lainnya diterjunkan ke Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Lokasi ini sudah 5 hari ditangani tim.

Sementara Daops Dumai menangani 3 titik di Rokan Hilir dan Bengkalis. Di Kepenghuluan Palika, Kecamatan Palika, Kabupaten Rokan Hilir, tim sudah memasuki hari ke-8 dan kini fokus mopping up.

Hal sama dilakukan di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Tim sudah 7 hari di lokasi dan memastikan area bekas kebakaran benar-benar padam.

Satu regu lain juga diturunkan ke Desa Pangkalan Libut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Penanganan di titik ini sudah hari ketiga.

Penanganan terlama terjadi di wilayah Daops Rengat. Tepatnya di Kelurahan Sei Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu. Lokasi ini sudah 14 hari dipadamkan.

Untuk mempercepat, sebanyak 4 regu ditempatkan di beberapa sektor. Pembagian sektor dilakukan agar pemadaman dan pemantauan lebih efektif.

“Kami terus menyesuaikan kekuatan personel dengan kebutuhan di lapangan. Regu yang berada di lokasi melakukan pemadaman sekaligus pemantauan untuk memastikan api benar-benar terkendali,” ujar Ferdian.

Dalam perkembangan terbaru, regu bantuan dari Daops Lahat dan Daops Siak telah ditarik karena dukungan personel di lokasi sudah tidak diperlukan lagi.

Ferdian menegaskan, tahap mopping up sangat penting untuk mencegah karhutla kembali muncul. Evaluasi kekuatan personel juga dilakukan berkala sesuai perkembangan titik api.

“Manggala Agni bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan karhutla di wilayah Riau. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel serta efektivitas pemadaman,” pungkasnya.*****

 

 

Terkini