Sisihkan Puluhan Provinsi, Riau Raih Peringkat 2 Indeks Keinsinyuran Daerah 2026

Ahad, 30 Agustus 2026 | 14:21:28 WIB
Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie Menyerahkan Penghargaan kepada Plt Gubri SF Hariyanto

JAKARTA, LIPO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berhasil meraih peringkat kedua nasional dalam penilaian Indeks Keinsinyuran Daerah (IKD) Tahun 2026 kategori Klasifikasi Provinsi.

Penghargaan diserahkan langsung Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham Akbar Habibie kepada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, di Auditorium Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta Pusat, Sabtu (29/8/2026).

Acara penganugerahan ini digelar PII bekerja sama dengan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas penerapan praktik keinsinyuran yang profesional di lingkungan pemerintah daerah.

Riau menjadi satu dari enam provinsi di Indonesia yang diundang khusus menerima penghargaan. Lima provinsi lainnya yakni Bali, DKI Jakarta, Lampung, Maluku Utara, dan Sulawesi Selatan.

Keenam provinsi tersebut terpilih setelah menyisihkan puluhan provinsi peserta dari seluruh Indonesia. Seluruh peserta telah melalui proses pengisian data, verifikasi, dan asesmen oleh Dewan Asesor PII sejak Juli 2026.

Sistem pengukuran IKD merujuk pada UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran. Penilaian mencakup empat aspek utama: kebijakan, sumber daya manusia, proyek keteknikan, serta dampak dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Kepala BKD Provinsi Riau Budi Fakhri mengatakan, capaian ini merupakan hasil kerja kolektif 21 Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Riau. Proses penilaian dikoordinasikan BKD Riau bersama Pengurus Wilayah PII Riau.

"Asesmen mencakup penyusunan kebijakan tertulis, pendataan ASN berlatar belakang teknik, fasilitasi sertifikasi keinsinyuran, hingga pendokumentasian proyek dan inovasi keteknikan di setiap instansi," jelas Budi, Minggu (30/8/2026).

Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, ini merupakan pengukuran keinsinyuran daerah pertama yang dilaksanakan secara nasional.

"Alhamdulillah, dengan dukungan dan kerja sama seluruh Perangkat Daerah bersama PII Wilayah Riau, Provinsi Riau mampu menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan praktik keinsinyuran yang profesional pada penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah," ujarnya.

Pemprov Riau berkomitmen terus memperkuat ekosistem keinsinyuran daerah. Salah satunya dengan mendorong ASN berlatar belakang teknik untuk menempuh sertifikasi profesi guna meningkatkan kualitas tata kelola pembangunan.*****

 

 

Terkini