Jalan Tanjung Batu hingga Tanjung Datuk Akhirnya Mulus, Karang Taruna Apresiasi Agung-Markarius

Senin, 31 Agustus 2026 | 14:51:23 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho foto bersama dengan Karang Taruna Limapuluh

PEKANBARU, LIPO - Keluhan warga Kecamatan Limapuluh soal jalan rusak akhirnya direspons cepat Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Sejumlah ruas jalan yang selama ini dikeluhkan kini telah mulus setelah dilakukan pengaspalan.

Langkah cepat Pemko Pekanbaru itu mendapat apresiasi dari Ketua Karang Taruna Kecamatan Limapuluh, Farid Rahman Dinata.

"Aspirasi masyarakat Kecamatan Limapuluh mulai membuahkan hasil. Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti keluhan warga," ujar Farid, Senin (31/8/2026).

Adapun ruas jalan yang telah diaspal meliputi Jalan Tanjung Batu, Jalan Tanjung Rhu, Jalan Sultan Syarif Kasim, hingga Jalan Tanjung Datuk.

Farid menjelaskan, persoalan infrastruktur tersebut sebelumnya telah disampaikan langsung kepada Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dan Wakil Wali Kota Markarius Anwar, serta Dinas PUPR Kota Pekanbaru.

Aspirasi itu disampaikan tak lama setelah Agung-Markarius terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pekanbaru pada 2025. Setelah resmi dilantik, Pemko langsung tancap gas melakukan perbaikan.

"Terima kasih banyak kepada Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Agung Nugroho dan Markarius Anwar, serta Dinas PUPR yang telah merespons dengan cepat aspirasi masyarakat Kecamatan Limapuluh," katanya.

Menurut Farid, pengaspalan ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak hanya menampung aspirasi, tetapi juga merealisasikannya dengan kerja nyata di lapangan.

"Setelah Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih serta dilantik, alhamdulillah pemerintah segera bergerak cepat. Jalan mulai dari Tanjung Batu, Tanjung Rhu, Sultan Syarif Kasim sampai Tanjung Datuk akhirnya dilakukan pengaspalan," jelasnya.

Meski perbaikan jalan mulai dirasakan, Farid menyebut masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, yakni penanganan rumah warga yang terdampak pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Ia menjelaskan, perbaikan rumah terdampak IPAL masih menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR. Pemko Pekanbaru sendiri telah mendorong agar persoalan itu segera ditindaklanjuti dan kini menunggu respons dari kementerian.

"Setelah ini tentunya masih ada PR yang belum terselesaikan, yaitu rumah-rumah yang terdampak IPAL. Ini masih menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR pusat. Pemko Pekanbaru sudah mendorong dan selanjutnya kita menunggu respons dari kementerian," ungkapnya.

Farid berharap rumah warga yang terdampak IPAL segera mendapat perhatian dan solusi konkret.

"Semoga segera terakomodir untuk pembenahan dampak dari IPAL ini, terutama rumah warga yang terdampak, sehingga bisa segera direalisasikan," harapnya.

Ia menegaskan Karang Taruna Kecamatan Limapuluh akan terus menjadi wadah penyambung aspirasi warga dan mendorong pemerintah agar persoalan infrastruktur maupun dampak pembangunan bisa diselesaikan secara bertahap.*****

 

Terkini