Pertamina-Pemprov Riau Sebut Stok BBM Riau Aman, Tapi Antrian Makin Mengular

Senin, 07 September 2026 | 16:28:07 WIB
Antrian BBM di Salah Satu SPBU di Riau

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi Riau bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Riau dalam kondisi aman. Masyarakat diminta tidak panik dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.

Jaminan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya antrean di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Pertamina menegaskan distribusi tetap berjalan optimal.

Sales Area Manager Retail Riau PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Wilson Eddi Wijaya, mengatakan stok di depot dalam posisi siap salur. Saat ini, Pertamina juga tengah melakukan penerimaan pasokan tambahan melalui kapal tanker.

"Kondisi stok Pertamina aman. Kami juga sedang melakukan aktivitas penerimaan kapal, sehingga stok yang ada di depot juga dalam kondisi siap," kata Wilson, Senin (7/9/2026).

Wilson mengakui memang terjadi lonjakan konsumsi BBM di Riau. Untuk mengantisipasi hal itu, Pertamina telah menambah kuota penyaluran sebesar 27 persen untuk periode Agustus hingga September 2026.

Penambahan kuota dilakukan agar peningkatan kebutuhan masyarakat tetap bisa diimbangi dengan ketersediaan di lapangan.

"Saat ini memang ada peningkatan kebutuhan masyarakat. Alhamdulillah, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, kami terus melakukan kesiapan agar kebutuhan ini bisa terpenuhi," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan. Pembelian berlebihan justru akan memicu antrean panjang dan merugikan warga lain.

"Kondisi dalam keadaan baik, semua dalam keadaan siap siaga untuk melakukan distribusi BBM ke SPBU. Masyarakat tetap tenang dan menggunakan BBM secukupnya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Riau, Ismon Diondo Simatupang, mengatakan Pemprov terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas untuk memantau pasokan.

Pemprov juga telah mengambil langkah antisipatif dengan menyurati BPH Migas untuk penambahan kuota BBM tahun 2026, khususnya untuk jenis Biosolar dan Pertalite.

"Untuk mengantisipasi kelangkaan BBM, Pemprov Riau juga sudah menyurati BPH Migas terkait penambahan kuota tahun 2026, baik untuk Biosolar maupun Pertalite," kata Ismon.

Ismon menegaskan monitoring distribusi akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

"Kami mengharapkan kepada masyarakat untuk tenang karena distribusi telah dijalankan secara optimal dari Pertamina dan itu akan selalu ditingkatkan," tutupnya.*****

 

 

Terkini