Sudah Seminggu PJU Mati Tanpa Solusi, Edy Natar Nasution: Di Mana Profesionalisme Aparat?

Sabtu, 19 September 2026 | 15:48:45 WIB
Edy Natar Nasution/ist

PEKANBARU, LIPO - Gelap gulita yang menyelimuti sejumlah ruas jalan utama di Kota Pekanbaru selama sepekan terakhir memicu kritik keras dari tokoh masyarakat Riau, Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution. Mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Danrem 031/Wirabima ini angkat bicara setelah mencermati mandeknya solusi atas padamnya Penerang Jalan Umum (PJU) di puluhan titik, termasuk di area depan kediamannya sendiri.

Persoalan ini mencuat ke publik setelah media massa merilis berita mengejutkan bertajuk  "70 Panel PJU di Pekanbaru Dicuri, Sejumlah Ruas Jalan Gelap Gulita".

Namun, bagi Edy Natar, yang menjadi ironi terbesar bukan sekadar angka kerugian material atau banyaknya fasilitas umum yang dijarah, melainkan lambannya respons dan matinya fungsi deteksi dini dari aparat berwenang.

*Sindikat Profesional dan Logika Penadah*

Menurut Koordinator Gerakan Mengembalikan Kedaulata Rakyat (GMKR) di Riau ini, aksi pencurian panel listrik di 70 lokasi berbeda yang tersebar di beberapa kecamatan bukanlah kejahatan amatir. Ini adalah aksi terstruktur yang dilakukan oleh orang-orang yang sangat paham teknis kelistrikan.

"Panel yang dicuri ini pasti berorientasi ekonomi, tidak mungkin hanya untuk disimpan sebagai koleksi pribadi. Jika ini motifnya, maka hukum pasar berlaku: ada barang, pasti ada penadahnya, tegas Edy Natar dengan nada gusar.

Ia menilai, seharusnya tidak sulit bagi pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru untuk melacak jaringan penadah ini jika instrumen keamanan di tingkat bawah digerakkan secara maksimal.

*Mempertanyakan Fungsi Babinkamtibmas*

Secara khusus, Edy Natar menyoroti kinerja dan peran Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan di Riau. Sebagai mantan petinggi militer, ia paham betul bagaimana sistem deteksi dini teritorial seharusnya bekerja.

"Ibaratnya, jika perangkat Babinkamtibmas ini berfungsi dengan baik, jarum jatuh pun di desa atau kelurahan binaannya pasti akan termonitor. Secara berjenjang, mereka wajib melaporkan setiap kejadian kepada atasan setiap hari. Menjadi pertanyaan besar bagi kita semua, sudah seminggu lampu jalan mati beruntun, tapi pelaku belum juga terendus. Di mana profesionalisme Babinkamtibmas?"cecarnya.

*Menolak Pemadam Kebakaran: Jangan Tunggu Begal Bertindak*

Edy Natar memperingatkan bahwa pembiaran jalanan gelap gulita adalah ruang karpet merah bagi para pelaku kejahatan jalanan. Ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru, PLN, dan Polresta Pekanbaru tidak bekerja dengan ego sektoral, melainkan segera duduk bersama membangun koordinasi yang konkret.

"Jangan sampai kepercayaan masyarakat Kota Pekanbaru runtuh total. Atau kita harus menunggu kasus lain menyusul? Apakah harus ada korban pencurian, begal, dan perampokan dulu akibat gelapnya malam, baru aparat terlihat sibuk bekerja?" pungkasnya menutup pembicaraan.(***)

Tags

Terkini