Kebakaran Rinjani Meluas ke Puncak Sangkareang, 723,7 Hektare Hangus

Jumat, 25 September 2026 | 18:17:51 WIB
Tim Gabungan Berjibakan Padamkan Api di Kawasan TNGR/F:Dok.Balai TNGR

MATARAM, LIPO - Kebakaran hutan di Taman Nasional Gunung Rinjani terus meluas. Hingga Kamis, 25 September 2026, luas areal terdampak diperkirakan mencapai ±723,7 hektare, naik dari sebelumnya 589 hektare.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardirristo, dalam keterangan persnya, menyampaikan, berdasarkan laporan tim lapangan, sebagian titik di Bukit Setampol sisi timur telah berhasil dipadamkan dan dilakukan mop-up atau pembasahan ulang untuk memastikan bara benar-benar padam.

“Tim memastikan tidak ada lagi asap maupun bara tersembunyi (smouldering) di lokasi tersebut. Namun di lokasi lain, api masih terpantau aktif dan berkembang ke arah Puncak Sangkareang,” jelas Astetika. 

Hingga 25 September, sejumlah total personel terlibat dalam penanganan masih ditempatkan di titik strategis, seperti Bukit Setampol sisi timur, Jalur Pendakian Torean, akses Setampol, dan Jalur Pendakian Senaru.

Pada Jumat (25/9), tim di Bukit Setampol sisi timur melakukan mop-up sebelum kembali ke Resor Torean. Sementara tim gabungan di Jalur Torean tetap melakukan pemadaman untuk mencegah api masuk ke jalur pendakian.

Pukul 09.00 WITA, tambahan tim dari Brimob Polda NTB bergerak menuju lokasi lewat akses Setampol dengan dukungan logistik porter. Sejak pukul 08.00 WITA, tim patroli juga dikerahkan ke Jalur Senaru untuk antisipasi penyebaran.

“Rencana selanjutnya, tim akan bergerak ke titik hotspot di sebelah barat aliran sungai dan di atas dua bukit dari lokasi saat ini,” jelasnya. 

Untuk sementara, pemadaman masih terkendala angin sangat kencang yang membuat api cepat meluas, vegetasi savana yang sangat kering, serta medan pegunungan yang jauh, terjal, dan sulit dijangkau.

"Keselamatan personel tetap menjadi pertimbangan utama," tegasnya

Sementara itu pemantauan udara dengan drone terus dilakukan untuk memetakan areal terbakar dan menentukan prioritas penanganan.

Jalur Torean Masih Ditutup

Untuk keselamatan, Jalur Pendakian Torean masih ditutup sementara. Pengunjung yang berada di Danau Segara Anak diarahkan untuk tidak menggunakan Jalur Torean dan menggunakan jalur lain yang dinyatakan aman.

Balai TNGR mengimbau masyarakat tidak mendekati lokasi kebakaran dan tidak melakukan aktivitas pemicu api.

Sebenarnya, pihak Balai TNGR menyebut kebakaran yang pertama kali terdeteksi 22 September 2026 di Bukit Setampol kini merembet ke Puncak Sangkareang dan sekitarnya, Resor Torean.

Jenis kebakaran adalah kebakaran permukaan dengan bahan bakar hutan pinus, semak belukar, perdu, rumput, savana pegunungan, dedaunan kering, dan vegetasi bawah.*****

 

 

 

 

Terkini