PEKANBARU, LIPO - Persoalan pasar menjadi salah satu sorotan utama dalam rapat bulanan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (28/9/2026). Kondisi Pasar Simpang Baru dan kawasan pasar di 133 ruko masuk dalam pembahasan serius lintas sektor.
Rapat yang digelar di Kantor Kejari Pekanbaru itu juga menghadirkan unsur PLN, menandakan persoalan pasar tak sekadar soal dagang, tetapi juga menyentuh aspek infrastruktur dan ketertiban kawasan.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan, rapat bulanan ini menjadi forum memastikan pelayanan kepada masyarakat dan jalannya pemerintahan tetap sesuai aturan. Dukungan penuh Forkopimda, kata dia, menjadi modal mempercepat pembangunan kota.
"Rapat setiap bulannya tentu membahas terkait layanan maupun isu-isu terkini di Kota Pekanbaru. Poinnya adalah ketentraman dan ketertiban di Kota Pekanbaru serta menjalankan pemerintahan sesuai dengan aturannya," kata Agung.
Selain persoalan pasar, rapat juga membahas keamanan, ketenteraman, dan ketertiban kota secara umum. Isu perubahan musim turut disinggung, mulai dari penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang baru dilewati hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi La Nina yang berisiko memicu banjir, DBD, dan pohon tumbang.
Terkait karhutla, Agung menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang disebutnya turun tanpa henti membantu edukasi masyarakat dan pemadaman api di wilayah Pekanbaru.
"Kami mengucapkan terima kasih banyak atas kerja sama dan support dari TNI-Polri yang turun tiada henti untuk bagaimana mengedukasi dan memadamkan api, khususnya yang ada di Kota Pekanbaru," ujarnya.
Rapat kali ini juga menjadi pertemuan perdana Pemko Pekanbaru dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru yang baru.
"Dan hari ini rapat perdana kita bersama Kejari yang baru," pungkas Agung.*****