Sudah Kantongi Restu Kemenhut, Riau Selangkah Lagi Masuk Pasar Karbon Dunia

Senin, 12 Oktober 2026 | 19:38:03 WIB

ROKAN HULU, LIPO - Jalan Riau untuk masuk ke pasar karbon internasional semakin terbuka. Pemerintah Provinsi Riau memastikan telah mengantongi syarat kunci untuk bisa menjual kredit karbon hutan di pasar global.

Kepastian itu diungkap Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli Syukur, dalam Rapat Paripurna Hari Jadi ke-27 Kabupaten Rokan Hulu di DPRD Rohul, Senin (12/10/2026).

Zulkifli menyebut, Pemprov Riau resmi menerima Surat Rekomendasi dan Persetujuan Penggunaan Standar ART-TREES dari Kementerian Kehutanan.

Standar ART-TREES adalah sertifikasi internasional yang wajib dimiliki daerah agar karbon yang dihasilkan dari upaya menjaga hutan bisa diakui dan diperdagangkan secara global.

“Alhamdulillah, kita telah menerima Surat Rekomendasi dan Persetujuan Penggunaan Standar ART-TREES dari Kementerian Kehutanan,” ujar Zulkifli.

Dengan restu tersebut, Pemprov kini fokus merampungkan tahapan registrasi sebagai pintu masuk ke bursa karbon internasional.

Program yang diberi nama GREEN for Riau ini disiapkan bukan sekadar urusan lingkungan. Pemprov membidiknya sebagai sumber pembiayaan alternatif baru di tengah keterbatasan fiskal.

Skema perdagangan karbon dan investasi hijau ini nantinya diharapkan mampu membiayai pembangunan infrastruktur, program pemulihan lingkungan, hingga pemberdayaan masyarakat kampung yang selama ini menjadi garda terdepan penjaga hutan.

“Ke depan, kami berharap perdagangan karbon dan investasi hijau dapat membuka pembiayaan baru untuk mendukung kebutuhan infrastruktur, pemulihan lingkungan, serta memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat kampung yang menjaga hutan, sesuai ketentuan,” katanya.

Meski mengejar cuan dari karbon, Pemprov mengingatkan pekerjaan rumah terbesar masih sama: kebakaran hutan dan lahan. Zulkifli meminta masyarakat Rohul untuk tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, kelestarian hutan adalah modal utama. Tanpa hutan yang terjaga, perdagangan karbon mustahil dilakukan.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli juga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Rohul, Forkopimda, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan dunia usaha atas kolaborasi dalam pencegahan Karhutla di Rohul.

“Pemerintah Provinsi Riau akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu. Apa yang sudah baik kita lanjutkan, dan apa yang masih menjadi kebutuhan masyarakat, kita perjuangkan secara bertahap,” tutupnya.****”

 

 

Terkini