PEKANBARU, LIPO - Harga bahan pokok di Pasar Kodim Pekanbaru mulai merangkak naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kenaikan yang terjadi sejak sebulan terakhir ini dikeluhkan pedagang karena belum menunjukkan tanda-tanda turun.
Komoditas yang paling disorot adalah cabai merah bukit. Harganya kini di level Rp90.000 per kilogram, sempat menyentuh Rp100.000. Padahal harga normalnya hanya sekitar Rp40.000 per kg. Cabai rawit juga masih tinggi di angka Rp80.000 per kg.
"Cabai merah tu kami jualnya cabai merah bukit, Rp90.000 per kg. Kalau rawit Rp80.000 per kg. Padahal biasanya dekat Rp40.000-an," ujar Rio (20), pedagang di Pasar Kodim, Jumat (16/10/2026).
Tak hanya cabai, sayuran lain ikut naik. Tomat dari Rp10.000 menjadi Rp15.000 per kg, kacang buncis dari Rp15.000 naik ke Rp24.000 per kg.
Beras juga naik dari Rp18.000 menjadi Rp19.000 per kg. Telur ayam ras dari Rp55.000 per papan menjadi Rp57.000 per papan. Santan kelapa murni dari Rp12.000 menjadi Rp14.000, serta elpiji 3 kg naik sekitar Rp1.000.
Beberapa komoditas masih stabil seperti bawang merah dan bawang putih di Rp30.000-Rp32.000 per kg, gula pasir Rp19.000 per kg, tahu dan tempe Rp5.000-Rp6.000.
Di tengah kenaikan, harga ayam potong segar justru turun dari Rp38.000 menjadi Rp29.000 per kg. Penurunan terjadi karena stok melimpah setelah permintaan menurun imbas program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat libur akibat kabut asap.
Pedagang juga mengeluhkan distribusi dari Sumatera Barat tersendat karena sulitnya mendapatkan solar untuk kendaraan angkut barang. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu pasokan pangan ke Pekanbaru.
Kenaikan ini membuat pedagang berharap pemerintah segera turun tangan.
"Harapannya buat pemerintah, kalau nggak sanggup ngurus negara ya turun aja," kata Saiful (37), pedagang sayur di Pasar Kodim.****