Riau Peringkat Pertama Nasional Capaian Imunisasi Kejar, Hampir 13 Ribu Bayi Terlayani

Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:36:38 WIB
Plt Gubri SF Hariyanto/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Provinsi Riau mencatatkan prestasi tertinggi secara nasional dalam pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) dan Imunisasi Kejar / Bulan Imunisasi Anak (BIK) 2026.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per 19 Oktober 2026, Riau menjadi provinsi dengan persentase capaian imunisasi kejar tertinggi untuk dua kelompok usia.

Hal ini mendapat apresiasi dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto. Dirinya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan, kader posyandu, serta Dinas Kesehatan kabupaten kota yang telah bekerja keras di lapangan.

"Capaian tertinggi nasional ini adalah bukti nyata komitmen kita bersama. Imunisasi adalah investasi masa depan anak Riau. Saya minta capaian ini jangan membuat kita lengah, justru harus dikebut sampai seluruh anak di Riau mendapatkan hak imunisasi lengkap," ujar SF Hariyanto.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau akan terus mendukung penuh program imunisasi kejar sebagai upaya pencegahan stunting dan pencegahan KLB penyakit seperti campak, rubella, difteri, dan polio.

"Anak yang sehat adalah pondasi Riau yang unggul. Dari Riau yang sehat, untuk Indonesia Emas 2045. Terus kejar, jangan ada satu anak pun tertinggal," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli menyebutkan pada kelompok usia di bawah 12 bulan (surviving infants), sebanyak 12.958 anak dari total sasaran 85.337 anak di Riau berhasil mendapatkan minimal satu dosis imunisasi yang terlewat.

"Capaian ini menjadikan Riau dengan cakupan sebanyak 15 persen. Ini menjadi yang tertinggi di Indonesia, jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 4 persen," kata Zulkifli, Jumat (23/10/2026).

Dikatakannya, prestasi serupa juga terdapat pada kelompok baduta usia 12 sampai 24 bulan. Sebanyak 7.445 baduta dari sasaran 84.382 anak di Riau terlayani imunisasi kejar, dengan persentase 7% yang juga menjadi tertinggi nasional.

Zulkifli menegaskan, pihaknya terus melakukan monitoring harian dan mingguan guna mengidentifikasi daerah dengan cakupan rendah, agar tindakan korektif segera dilaksanakan.

"Kita pastikan data pelaksanaan imunisasi diinput setiap hari melalui ASIK. Sehingga datanya termonitor dan sasaran anak usia di bawah 12 bulan dan sebelum usia 24 bulan yang belum lengkap bisa segera dikejar," katanya.

Untuk diketahui, secara nasional, program BIK telah berhasil menjaring 134.850 bayi usia <12 bulan dan 101.007 baduta yang sebelumnya belum lengkap imunisasinya.

Di bawah Riau, provinsi dengan capaian tinggi lainnya adalah Sulawesi Tenggara (7%) dan DKI Jakarta (5%) untuk usia <12 bulan, serta DKI Jakarta (4%) dan Papua Selatan (4%) untuk kelompok baduta.

Data ini menunjukkan masih banyak anak yang belum mendapatkan hak imunisasi dasar lengkap, namun melalui BIK, upaya kejar imunisasi terus dipercepat untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi..*****

 

Terkini