PEKANBARU, LIPO– Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Peternakan Universitas Andalas (IKA FATERNA UNAND) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Riau-Kepulauan Riau (Kepri) sukses menggelar Temu Akbar sekaligus pengukuhan dan pelantikan pengurus periode 2026–2030 di Evo Hotel Pekanbaru, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh suasana kekeluargaan tersebut menjadi momentum penting bagi para alumni Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) untuk mempererat silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta membangun sinergi dalam mendukung kemajuan organisasi dan sektor peternakan di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.
Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Peternakan Unand, Prof. Dr. Hj. Mardiati Zain, MS; Ketua Umum DPP IKA FATERNA UNAND, Nurkhalis Datuk Bijo Dirajo, S.Pt.; Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Supaiman, S.Sos., M.Si.; serta lebih dari 100 alumni yang berasal dari lebih 30 angkatan dan kini berdomisili maupun berkarya di Riau dan Kepulauan Riau.
Ketua Panitia Pelaksana, Nefrizal, S.Pt., dalam laporannya menyampaikan bahwa Temu Akbar tersebut mengusung semangat “Balik Kandang, Basuo Kembali”. Tema ini menjadi ajakan bagi seluruh alumni untuk kembali merajut kebersamaan setelah sekian lama terpisah oleh jarak, kesibukan, dan perjalanan hidup masing-masing.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkuat ikatan emosional ant alumni sekaligus membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi seluruh anggota IKA FATERNA UNAND.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Tari Persembahan, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Andalas, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan laporan ketua panitia, pembacaan surat keputusan kepengurusan, prosesi pelantikan, dan penyerahan bendera pataka.
Puncak acara berlangsung saat Ketua Umum DPP IKA FATERNA UNAND, Nurkhalis Datuk Bijo Dirajo, S.Pt., secara resmi melantik pengurus DPD IKA FATERNA UNAND Riau-Kepri periode 2026–2030. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan penyerahan bendera pataka sebagai simbol amanah, tanggung jawab, dan estafet perjuangan organisasi.
Ketua DPD Tegaskan Tiga Pilar Utama Organisasi
Dalam pidato perdananya, Ketua DPD IKA FATERNA UNAND Riau-Kepri periode 2026–2030 menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi menjadi wadah yang aktif, bermanfaat, dan benar-benar dirasakan kehadirannya oleh para alumni.
Ia menekankan bahwa IKA FATERNA tidak boleh hanya menjadi organisasi formalitas atau sekadar memiliki nama dan kepengurusan di atas kertas.
“Hari ini, 25 Oktober 2026, DPD IKA FATERNA UNAND Riau-Kepri resmi dilantik. Saya bersama pengurus tidak ingin IKA ini hanya jadi organisasi papan nama. Cukup! Saya ingin IKA ini menjadi tiga hal,” tegasnya.
Tiga pilar yang menjadi landasan arah kepengurusan baru tersebut adalah rumah pulang, jembatan rezeki, dan penjaga nama baik almamater.
Pertama, Rumah Pulang.
Ia ingin menjadikan IKA FATERNA UNAND Riau-Kepri sebagai tempat bagi seluruh alumni untuk mendapatkan dukungan ketika menghadapi persoalan, baik dalam kehidupan pribadi, kesehatan, maupun usaha.
“Siapa pun alumni Faterna yang ada masalah di Riau-Kepri, usahanya jatuh, sakit, butuh bantuan, jangan cari orang lain. Cari rumahmu sendiri. Cari IKA Faterna. Kita bukan lagi teman kampus, kita KELUARGA,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya membangun kepedulian dan solidaritas di antara alumni. Dengan semangat kekeluargaan, organisasi diharapkan mampu menjadi ruang untuk saling membantu dan menguatkan ketika anggotanya menghadapi berbagai tantangan.
Kedua, Jembatan Rezeki.
Pilar kedua diarahkan pada penguatan ekonomi berbasis jaringan alumni. Menurutnya, para alumni memiliki beragam bidang usaha dan profesi yang dapat saling mendukung, mulai dari usaha pakan ternak, penyediaan bibit, peternakan, perhotelan, katering, hingga berbagai sektor bisnis lainnya.
“Di ruangan ini ada 30 angkatan. Ada yang punya pakan, bibit, kandang, hotel butuh telur, katering butuh daging. Kenapa harus beli ke orang lain kalau bisa saling menghidupi? Komitmen kita: ekonomi alumni harus berputar di antara alumni dulu!” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa semangat tersebut telah mulai diwujudkan dalam pelaksanaan kegiatan Temu Akbar. Seluruh dukungan sponsor dan kegiatan, menurutnya, berasal dari usaha milik para alumni sendiri.
Hal itu menjadi contoh nyata bahwa jaringan alumni dapat dikembangkan bukan hanya sebagai sarana silaturahmi, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang saling menguntungkan.
Ketiga, Penjaga Nama Baik Almamater.
Pilar ketiga menekankan pentingnya menjaga kehormatan dan kebanggaan sebagai alumni Fakultas Peternakan Universitas Andalas.
“Kita boleh sukses di mana pun, tapi jangan pernah malu mengaku: SAYA ALUMNI FAKULTAS PETERNAKAN UNAND. Karena dari fakultas yang sering diremehkan orang itulah, lahir orang-orang tangguh yang menghidupi banyak perut orang Indonesia,” ungkapnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa lulusan peternakan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, menyediakan sumber protein hewani, membuka lapangan pekerjaan, serta menggerakkan perekonomian masyarakat.
Melalui pilar ketiga ini, pengurus berharap para alumni semakin percaya diri dalam menunjukkan kontribusi dan profesionalisme, sekaligus menjaga nama baik almamater di berbagai bidang pengabdian.
Kenang Kebersamaan dan Perkuat Ikatan Kekeluargaan
Menutup pidato perdananya, Ketua DPD mengajak seluruh peserta untuk sejenak mengheningkan cipta mengenang jasa para dosen yang telah mendidik dan membimbing mereka selama menempuh pendidikan di Fakultas Peternakan Unand.
Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat akan perjalanan panjang yang telah dilalui para alumni, mulai dari masa perkuliahan hingga menjalani kehidupan dan karier masing-masing.
Suasana semakin hangat ketika ia menyampaikan dua pantun yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta.
Pergi ke ladang membawa benih,
Benih ditanam di tanah Melayu,
Jika rindu sudah tak tertahan lagi,
Pulanglah ke kandang, keluarga menunggu.
Pantun tersebut menggambarkan semangat untuk kembali berkumpul, mempererat persaudaraan, dan menjadikan IKA FATERNA sebagai rumah bersama bagi seluruh alumni.
Pantun kedua semakin mempertegas bahwa jarak dan waktu tidak akan menghapus kenangan serta ikatan emosional yang telah terbangun sejak masa kuliah.
Anak ayam turun sepuluh,
Mati satu tinggal sembilan,
Walaupun kita berpisah puluhan tahun,
Faterna tetap di dalam ingatan.
Suasana penuh keakraban itu menjadi gambaran kuat bahwa hubungan ant alumni tidak berhenti ketika masa perkuliahan berakhir, tetapi terus tumbuh melalui kebersamaan, kepedulian, dan kontribusi nyata.
Harapan untuk Kemajuan Alumni dan Sektor Peternakan
Setelah rangkaian prosesi pelantikan, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua DPD IKA FATERNA UNAND Riau-Kepri, Ketua Umum DPP IKA FATERNA UNAND, Dekan Fakultas Peternakan Unand Prof. Dr. Hj. Mardiati Zain, MS, serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Supaiman, S.Sos., M.Si.
Kehadiran unsur organisasi alumni, pimpinan fakultas, dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat komunikasi serta membuka ruang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, kewirausahaan, dan pembangunan peternakan.
Dengan jaringan alumni yang tersebar di berbagai profesi dan sektor usaha, IKA FATERNA UNAND Riau-Kepri memiliki potensi besar untuk menjadi penghubung antara dunia akademik, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai program konkret, mulai dari pendampingan usaha peternakan, pengembangan jaringan pemasaran produk, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, hingga kontribusi pemikiran bagi pembangunan peternakan di Riau dan Kepulauan Riau.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan pekikan semangat yang menggema di ruangan.
“Hidup Faterna! Hidup Unand! Hidup IKA FATERNA UNAND Riau-Kepri! Satu Hati Satu Rasa, Faterna Unand Jaya!”
Pengukuhan pengurus periode 2026–2030 ini diharapkan menjadi awal dari babak baru perjalanan IKA FATERNA UNAND DPD Riau-Kepri. Dengan semangat Balik Kandang, Basuo Kembali, organisasi ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya para alumni, tetapi juga menjadi rumah bersama, penggerak ekonomi, dan wadah pengabdian bagi almamater serta masyarakat.
Satu Hati, Satu Rasa. Faterna Unand Jaya! (***)