Tegas! Bapenda Pekanbaru Copot Reklame di Pohon, T Denny: Pohon Bukan Tempat Iklan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 16:42:07 WIB
Tim Bapenda Kota Pekanbarumembongkar iklan terpasang di pohon/F: ist

PEKANBARU, LIPO - Badan Pendapatan Daerah Kota Pekanbaru gencar menertibkan spanduk, banner, hingga papan iklan liar yang dipasang sembarangan di batang pohon.

Aksi penertiban ini menyasar sejumlah ruas jalan utama di Pekanbaru. Petugas mencopot paksa media promosi yang dinilai merusak keindahan kota dan mengganggu ketertiban ruang publik.

Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, T Denny Muharpan menegaskan, pihaknya tidak melarang aktivitas promosi usaha. Namun, ia meminta pelaku usaha untuk patuh pada aturan lokasi reklame yang berlaku.

"Kami sangat mendukung aktivitas promosi dan pertumbuhan dunia usaha di Pekanbaru. Tapi jangan sampai kepentingan promosi justru mengorbankan keindahan kota, merusak pohon, dan mengganggu ketertiban," tegas Denny, Kamis (29/10/2026).

Menurut Denny, pohon-pohon pelindung di sepanjang jalan memiliki fungsi vital. Bukan sekadar penghias kota, pohon berperan sebagai peneduh, penyerap polusi, dan paru-paru kota yang wajib dijaga bersama.

Ia pun mengingatkan keras agar pelaku usaha, biro reklame, hingga masyarakat berhenti memasang iklan dengan cara dipaku, diikat kawat, atau ditempel langsung ke pohon.

Penertiban reklame liar ini, lanjut Denny, sejalan dengan program Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho untuk membenahi wajah kota agar lebih tertata dan nyaman.

"Penataan reklame ini bukan hanya soal pajak dan pendapatan daerah. Ini soal tanggung jawab bersama menjaga kelestarian lingkungan dan keindahan Pekanbaru," jelasnya.

Bapenda memastikan pengawasan akan dilakukan secara berkelanjutan. Selain penindakan, pihaknya juga akan mengedepankan edukasi kepada pelaku usaha agar lebih tertib dan bertanggung jawab dalam berpromosi.

"Silakan berusaha dan berpromosi di Pekanbaru, tetapi patuhi aturannya. Pohon adalah aset lingkungan yang harus kita lindungi, bukan tempat menempelkan iklan," pungkasnya.******

 

Terkini