Kejar Target Akhir Tahun, Pemko Pekanbaru Gesa Perbaikan Drainase di 6 Titik Rawan Banjir

Ahad, 01 November 2026 | 12:49:09 WIB
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho meninjau pembangunan drainase Jalan Paus

PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggesa pembangunan drainase untuk mengatasi banjir dan genangan yang kerap melanda sejumlah ruas jalan. Hingga awal November 2026, progresnya sudah mencapai 60 persen.

Capaian tersebut disampaikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru. Pengerjaan difokuskan di enam ruas jalan prioritas yang menjadi kunci sistem drainase perkotaan.

Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah mengatakan, tim di lapangan saat ini masih bekerja dan melakukan pemantauan intensif, terutama di jalan-jalan protokol yang sering tergenang saat hujan deras.

"Tim di lapangan sudah turun ke lokasi, terutama di ruas jalan protokol," kata Edward, Minggu (1/11/2026).

Adapun enam ruas jalan yang menjadi fokus perbaikan tahun ini adalah Jalan Paus, Jalan Darma Bakti, Jalan Embun Pagi, Jalan Cipta Karya, Jalan Arifin Achmad, dan Jalan Srikandi.

Pekerjaannya meliputi perbaikan saluran eksisting hingga pembangunan baru. Salah satu yang menjadi prioritas adalah pembangunan drainase yang membentang dari simpang Jalan Arifin Achmad, termasuk penanganan saluran di dekat RS Awal Bros Jalan Jenderal Sudirman yang selama ini menjadi titik langganan genangan.

Pria yang akrab disapa Edu ini menjelaskan, pengerjaan dilakukan bertahap sesuai kondisi di masing-masing lokasi. Tujuannya untuk meningkatkan kapasitas saluran agar mampu menampung debit air saat hujan dengan intensitas tinggi.

"Kami memastikan penanganan drainase ini berlangsung secara bertahap. Kita selesaikan satu per satu, sekaligus upaya penanganan banjir di Pekanbaru," ucapnya.

Edu mengakui, genangan masih terjadi di beberapa titik dalam beberapa hari terakhir. Bahkan luapan drainase sempat menyebabkan badan jalan tergenang dan memicu kemacetan.

Karena itu, selain pembangunan fisik, pihaknya juga terus memantau kondisi saluran untuk memetakan titik-titik yang butuh penanganan cepat.

Ia menegaskan, seluruh proyek drainase ini memiliki batas kontrak hingga Desember 2026. Pihaknya meminta kontraktor agar bekerja sesuai jadwal.

"Kita ingatkan sambil berjalan untuk drainase harus tuntas tepat waktu. Kita yakin pengerjaannya rampung akhir tahun nanti," pungkasnya.*****

 

Terkini