DPRD Riau Soroti Minimnya Bantuan untuk Petani Cabai

Selasa, 03 November 2026 | 13:35:20 WIB
Adam Safaat

PEKANBARU, LIPO - Ketua Komisi II DPRD Riau bidang Perindustrian dan Perdagangan, Adam Syafaat, menyoroti kondisi petani cabai di daerah yang kini kian terpuruk. Menurutnya, saat ini cabai sulit ditemukan di masyarakat karena sudah jarang petani yang menanam cabai.

"Kita cabainya enggak ada di masyarakat, petani-petani enggak ada yang nanam cabai," ujar Adam Syafaat, Selasa 3 November 2026.

Ia pun mengkritik kebijakan pemerintah yang menghapus bantuan bagi petani cabai saat kondisi defisit. Padahal, menurutnya, bantuan seperti pupuk, bibit, dan obat-obatan sangat dibutuhkan agar petani kembali semangat bercocok tanam.

"Kemarin sudah saya bilang, mestinya pemerintah, walaupun parah defisitnya, bantuan kepada petani cabai itu jangan dihilangkan," tegasnya.

Adam menjelaskan, cabai merupakan komoditas yang sangat berpengaruh terhadap inflasi. Jika cabai mahal, maka barang-barang lain juga akan ikut mahal. "Kalau cabai mahal, pasti barang-barang lain mahal. Tandatangannya cabai itu," katanya.

Ia menyayangkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok petani cabai. Bantuan yang seharusnya diberikan, seperti bibit, mulsa (plastik pelindung tanaman), dan obat-obatan semprot, justru dihilangkan saat anggaran defisit.

"Berapalah bantuan seperti pupuknya, bibitnya, kemudian obat-obatannya. Maksudnya petani-petani cabai, kelompok petani cabai itu dibantu, sehingga cabai banyak di setiap daerah. Itu nggak ada di dinas-dinas itu," ujarnya.

Menurut politisi PKS ini, biaya terbesar dalam bertani cabai adalah obat-obatan semprot. Pasalnya, tanaman cabai rentan terhadap hama dan penyakit seperti keriting daun, kurang hijau, hingga kurang buah. Jika pemerintah membantu penyediaan obat-obatan, petani akan lebih semangat bertani, apalagi di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Kalau itu dibantu, pasti semangat orang itu bertani cabai, apalagi dalam kondisi cuaca," harapnya.

Ia pun meminta pemerintah daerah untuk tidak menyepelekan anggaran bagi petani cabai. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berdampak pada ketersediaan cabai di setiap daerah.

Sayangnya, ketika ditanya mengenai anggaran bantuan pada 2027 mendatang, Syafaat belum bisa memastikan. "Enggak tahu lah, kita lihat lah gitu," pungkasnya.****


 

Terkini