PEKANBARU, LIPO – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan sekaligus melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan 110 Jembatan Merah Putih Presisi di Provinsi Riau, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan dipusatkan di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar. Kedatangan rombongan disambut secara adat melalui pengalungan kain songket dan pemasangan tanjak oleh Lembaga Adat Kampar, menambah nuansa kearifan lokal dalam agenda nasional tersebut.
Turut hadir Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto, Kapolda Riau Herry Heryawan, Ketua DPRD Riau Kaderismanto, serta Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo. Sejumlah pejabat utama Mabes Polri juga mendampingi Kapolri dalam kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Polri dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah dengan akses transportasi terbatas.
“Jembatan ini diharapkan mampu memangkas jarak tempuh, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Sigit.
Program ini mencakup dua tahap pembangunan. Pada tahap pertama, sebanyak 27 jembatan yang telah rampung diresmikan, tersebar di 12 kabupaten/kota di Riau, termasuk Indragiri Hulu, Rokan Hilir, hingga Kota Pekanbaru.
Sementara itu, tahap kedua ditandai dengan groundbreaking 83 jembatan tambahan yang akan dibangun merata di seluruh wilayah Riau, dengan masing-masing daerah mendapatkan alokasi pembangunan antara enam hingga tujuh jembatan.
Dalam rangkaian kegiatan, Titiek Soeharto juga melakukan dialog virtual dengan jajaran Forkopimda Kepulauan Meranti serta guru dan siswa SDN 018 Semulut. Sekolah tersebut selama ini hanya memiliki satu akses jembatan yang kondisinya rusak parah dan membahayakan.
Jembatan di Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi itu diketahui memiliki tiang penyangga yang melemah dan papan lantai yang lapuk. Kondisi tersebut semakin berisiko karena lokasi berada di aliran sungai yang kerap muncul buaya, sehingga mengancam keselamatan 72 siswa yang melintas setiap hari.
Selain itu, Kapolri juga berdialog langsung dengan warga di lokasi pembangunan di Kampar untuk menyerap aspirasi masyarakat terkait kebutuhan infrastruktur.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kesempatan tersebut Kapolri dan Titiek Soeharto turut menyerahkan 500 paket sembako Ramadan kepada warga. Bantuan perlengkapan sekolah juga diberikan kepada puluhan siswa sebagai dukungan terhadap dunia pendidikan di daerah tersebut.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan menjadi solusi konkret dalam membuka keterisolasian wilayah serta meningkatkan konektivitas antar daerah di Riau.(***)