Dodi Syaputra: Kemarahan Warga Panipahan Rohil Merupakan Peringatan Keras, Pelaku Narkoba Harus Ditindak Tegas

Senin, 13 April 2026 | 13:17:42 WIB
Dodi Syaputra/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Anggota DPRD Riau dari Daerah Pemilihan (Dapil) Rokan Hilir, Dodi Syaputra, akhirnya buka suara merespons aksi warga Panipahan yang berujung pembakaran rumah karena dipicu oleh merajalelanya peredaran gelap narkoba di wilayah tersebut.

Dodi menyatakan empati dan keprihatinannya terhadap kemarahan masyarakat. Baginya, aksi massa yang terjadi bukan tanpa alasan, melainkan puncak dari rasa frustasi yang sudah lama terpendam akibat lemahnya penegakan hukum.

"Gerakan massa itu muncul karena masyarakat sudah sangat kecewa. Situasi dibiarkan berlarut-larut tanpa ada tindakan tegas," ujar Dodi yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau itu, Senin 13 April 2026.

Ia menegaskan, bahwa rakyat hanya ingin hidup aman, tertib, dan jauh dari pengaruh buruk narkoba. Menurut Dodi, ancaman narkoba tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda di Rokan Hilir.

"Kita semua ingin anak-anak kita berprestasi. Narkoba adalah racun yang bisa menghancurkan mimpi itu," tegasnya.

Politisi Demokrat itu juga mengkritik aparat penegak hukum yang dinilainya belum hadir secara maksimal. Ia mendesak agar aparat bergerak cepat, tegas, dan tidak pandang bulu dalam membongkar jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya.

"Jangan sampai hukum terasa tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Transparansi proses hukum juga mutlak diperlukan agar kepercayaan publik pulih," pesannya.

Dodi menambahkan bahwa negara tidak boleh kalah oleh bandar narkoba yang semakin merajalela. Ia menegaskan sikapnya untuk berdiri bersama masyarakat Panipahan menolak segala bentuk peredaran narkoba.

Dodi menyebut bahwa luapan emosi warga merupakan peringatan keras bagi negara. 

"Kemarahan rakyat harus dijawab dengan kerja nyata, bukan janji. Jangan sampai keadilan baru bisa ditegakkan setelah ada aksi massa," pungkasnya.*****

 

Terkini