Jamaah Haji Kloter Pertama Tiba Rabu di Madinah, Jamaah Diimbau tak Keluar Sendirian Selama di Tanah Suci

Selasa, 21 April 2026 | 08:52:53 WIB
Ilustrasi/lipo

LIPO - Jamaah haji Indonesia kloter pertama dijadwalkan tiba di Madinah, Arab Saudi, pada Rabu (22/4/2026). Para Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026  telah melakukan persiapan matang untuk menyambut dan memberikan pelayanan terbaik pada para jamaah.

Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) Daerah Kerja Bandara, Ali Nurohim, mengungkapkan sebanyak 60 orang anggotanya telah disebar ke semua sektor di Madinah untuk memberikan perlindungan bagi para jamaah yang ada di hotel-hotel.

"Agar jamaah haji selama dalam melaksanakan ibadah akan merasa tenang dan yakin bahwa para jamaah haji dilindungi oleh personel Linjam," kata Ali di Kantor Daker Bandara di Madinah, Senin (20/4/2026).

Ali mengungkapkan tugas seksi Linjam pada musim haji kali ini adalah memberikan perlindungan keamanan kepada para jamaah, termasuk permasalahan material

"Contohnya, misalkan kopor jamaah haji yang kemudian mungkin ada ketlingsut atau tertukar, ya nanti Linjam akan memberikan solusi untuk menemukan kopor-kopor tersebut. Kemudian perjalanan dari hotel atau pemondokan ke Nabawi, itu juga akan diberi perlindungan dari Linjam sektor untuk mengamankan para jamaah haji, untuk meyakinkan bahwa jamaah haji dalam perjalanan dari hotel ke Nabawi itu dalam keadaan aman," katanya.

Harapannya, jika jamaah haji hendak beribadah ke Nabawi tidak perlu ragu-ragu keamanannya. "Linjam ada selama 24 jam untuk melindungi dan untuk memberi keamanan bagi jamaah haji. Oleh karena itu jamaah haji luruskan niat agar khusyuk ibadahnya, tidak perlu keragu-raguan untuk beribadah di Nabawi," kata Ali.

Ia pun mengingatkan agar jamaah bisa menjaga keamanannya sendiri. Pertama, ia berharap jamaah haji yang akan beribadah ke Nabawi jangan pergi seorang diri.

"Minimal dua orang lah, atau rombongan begitu kan. Sehingga apabila ada kesulitan akan saling membantu. Tolong jangan sampai terpisah dari rombongan, minimal dua orang," katanya.

Kemudian yang kedua, identitas para jamaah, khususnya kartu nusuk, harus melekat di dalam badan. Jangan sampai kartu tersebut ketinggalan di hotel ketika mau beribadah ke masjid, apalagi sampai hilang.

"Ini jangan sampai terjadi. Kartu nusuk itu harus dijaga agar dalam pelaksanaan ibadahnya itu khusyuk, tenang, dan bisa melaksanakan ibadah di Nabawi dengan sebaik-baiknya," ujar Ali.(***)

Tags

Terkini