LIPO - Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfopers) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) , Murni, S.Sos, MM, ikuti Sosialisasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK), sebagai instrumen memperkuat tata kelola pemerintahan.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (5/5) pagi, di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) ini, dibuka oleh Inspektur Inspektorat Inhil Budi Nugroho Pamungkas.
Untuk memperdalam wawasan peserta sosialisasi, acara menghadirkan Narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau, Desi Fatimah Bidang Akuntabilitas Pemerintah Daerah yang menyampaikan materi SPIP, selanjutnya bahasan IEPK disampaikan oleh Indra Idrayana Bidang Auditor Investigasi.
"Melalui Sosialisasi SPIP dan IEPK, kami semakin memahami pentingnya pengendalian intern serta penerapan integritas dalam tiap proses kerja," ujar Sekretaris Diskominfopers Murni, yang mengikuti jalannya kegiatan bersama sejumlah pejabat dari Perangkat Daerah lainnya.
Lebih lanjut Sekretaris Diskominfopers Murni katakan, pentingnya acara ini untuk meningkatkan pemahaman, konsistensi dan komitmen aparat pemerintah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih.
"Ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, akuntabel dan bebas dari praktik korupsi," imbuh Murni.
Acara kemudian berlanjut dengan penjelasan Aplikasi Survei PARIKSHANA, sebuah aplikasi pengukuran efektivitas pengendalian risiko integritas, yang nantinya survei akan diisi ASN Pemkab Inhil melalui email masing-masing untuk menilai kapabilitas pengelolaan risiko korupsi.(Adv/Diskominfopers)