Penggerebekan Narkoba di Rantau Kopar Berujung Pembakaran, Ini Penjelasan Polda Riau

Jumat, 08 Mei 2026 | 23:43:37 WIB
Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau kembali mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu/ost

PEKANBARU, LIPO – Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau kembali mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Dalam operasi yang digelar Subdit I Ditresnarkoba pada Jumat (8/5/2026), seorang pria berinisial RP diamankan di Jalan Rambutan, Kecamatan Rantau Kopar.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan yang diduga sebagai peredaran sabu di wilayah tersebut.

“Tim melakukan penyelidikan dan bergerak cepat melakukan penangkapan di sebuah gudang yang dilengkapi kamera pengawas di beberapa titik,” ujar Putu.

Dalam penggeledahan yang turut disaksikan ketua RT setempat, polisi menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya plastik bekas ukuran besar, alat hisap sabu (bong), serta uang tunai yang diduga berasal dari transaksi narkotika.

Putu menegaskan, pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Riau untuk memberantas peredaran narkoba hingga ke jaringan paling bawah.

“Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Kami tidak ingin ada ruang bagi peredaran narkoba di Riau,” tegasnya.

Saat proses penggerebekan berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB, warga setempat justru memberikan dukungan penuh kepada aparat. Kehadiran polisi disambut positif karena aktivitas di lokasi tersebut selama ini dianggap meresahkan.

Namun situasi berubah setelah petugas meninggalkan lokasi. Massa yang masih berkumpul diduga terprovokasi hingga melakukan pembakaran terhadap tempat yang sebelumnya digeledah.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, menilai tindakan tersebut merupakan luapan emosi masyarakat yang telah lama resah dengan dugaan aktivitas narkotika di lingkungan mereka.

“Kami melihat ada harapan besar dari masyarakat agar wilayah mereka bersih dari narkoba. Dukungan itu sudah terlihat saat penggerebekan berlangsung,” ungkap Pandra.

Meski demikian, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap menyalurkan dukungan secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

“Semangatnya sama, yaitu ingin menyelamatkan lingkungan dan generasi muda dari bahaya narkoba. Namun harus dilakukan dengan cara yang tepat,” katanya.

Pandra juga menegaskan bahwa peristiwa di Rantau Kopar tidak bisa disamakan dengan kejadian sebelumnya di Panipahan. Ia memastikan, sejak awal masyarakat di lokasi tersebut mendukung langkah kepolisian.

“Kami mengajak semua pihak untuk tetap menjaga situasi kondusif dan tidak mudah terpengaruh provokasi,” tutupnya.(***)

Tags

Terkini