Sekdaprov Riau Pastikan Pasokan BBM Aman, Sebut Keterlambatan Distribusi Terjadi Saat Long Weekend

Senin, 11 Mei 2026 | 20:10:30 WIB
Syahrial Abdi/F: LIPO

PEKANBARU, LIPO - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, menjelaskan bahwa keterlambatan distribusi bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah SPBU di Riau disebabkan adanya lonjakan permintaan saat libur panjang atau long weekend beberapa waktu lalu.

Hal itu disampaikan Syahrial Abdi saat menanggapi pertanyaan dari anggota DPRD Riau Abdullah saat paripurna terkait antrian dan kelangkaan BBM yang sempat dikeluhkan masyarakat.

“Kami menganggap ini sebagai informasi karena sesungguhnya kita sudah berkolaborasi bersama. Kemarin Pak Abdullah dan Komisi terkait juga sudah kita dampingi untuk mengecek keseluruhan SPBU yang ada di Provinsi Riau,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.

Ia mengatakan, Gubernur Riau sebelumnya telah memanggil pimpinan Pertamina Patra Niaga bersama area manager komunikasi dan relationship guna membahas persoalan tersebut.

Menurut Syahrial, secara prinsip pasokan BBM di Riau sebenarnya mencukupi. Bahkan, telah ada permintaan penambahan kuota sekitar 20 persen untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan masyarakat.

“Memang ada keterlambatan penambahan sekitar 20 persen dari kuota karena terjadi pada long weekend yang panjang dua pekan lalu,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga telah kembali mengingatkan pihak terkait agar pemenuhan distribusi BBM tidak kembali mengalami kendala pada pekan-pekan berikutnya.

“Termasuk untuk mengantisipasi pekan ini, kami sudah mengingatkan kembali agar pemenuhan tersebut jangan sampai terjadi lagi,” katanya.

Syahrial juga menepis anggapan bahwa persoalan tersebut disebabkan terganggunya produksi minyak di daerah penghasil seperti Riau. Ia mengatakan operasional kilang berjalan normal dan hanya terdapat sedikit keterlambatan dalam proses pengangkutan distribusi.

“Proses di kilang berjalan normal, hanya ada sedikit pengangkutan yang mengalami keterlambatan,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga telah mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.

“Kami sudah menghimbau masyarakat agar tidak panik membeli BBM,” tutupnya.*****

 

Terkini