PEKANBARU, LIPO - Pemerintah Provinsi Riau menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada acara Penyerahan Piagam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas kegiatan Penyuluhan Pencegahan HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).
Kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi PERDOSKI dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pencegahan HIV/AIDS dan IMS.
Penyerahan piagam Rekor MURI berlangsung di Hotel Tjokro Pekanbaru, Minggu (25/1/2026), dan dihadiri jajaran pengurus PERDOSKI, tenaga medis, serta para pemangku kepentingan terkait. Pencapaian ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat edukasi kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif dan preventif yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan apresiasi kepada PERDOSKI atas keberhasilan mencatatkan Rekor MURI melalui kegiatan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS dan IMS. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan komitmen dan peran aktif tenaga medis dalam mendukung upaya pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Upaya pencegahan HIV/AIDS dan IMS tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi profesi, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Riau terus mendorong penguatan pendekatan promotif dan preventif sebagai strategi utama pembangunan di sektor kesehatan. Edukasi yang masif, terstruktur, dan berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam menekan angka penularan sekaligus mengurangi stigma terhadap penderita HIV/AIDS dan IMS.
“Kami berharap pencapaian Rekor MURI ini dapat menjadi pemantik semangat bagi seluruh pihak untuk terus melakukan edukasi kesehatan secara konsisten, sehingga tercipta masyarakat yang sehat, sadar, dan berdaya,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Heri Permana, menyampaikan bahwa kegiatan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS dan IMS yang digagas PERDOSKI memiliki peran penting dalam memperluas literasi kesehatan masyarakat. Menurutnya, edukasi langsung kepada masyarakat merupakan langkah efektif dalam mendorong perilaku hidup sehat serta meningkatkan deteksi dini penyakit menular.
“Penyuluhan yang dilakukan secara masif dan terstruktur seperti ini sangat membantu pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS dan IMS, khususnya dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan,” katanya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Provinsi Riau akan terus memperkuat sinergi dengan organisasi profesi, fasilitas pelayanan kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna menekan angka penularan HIV/AIDS dan IMS di daerah.*****