TPAK Riau Turun Tipis, Jumlah Pekerja Meningkat pada November 2025

TPAK Riau Turun Tipis, Jumlah Pekerja Meningkat pada November 2025
Ilustrasi/F: int

PEKANBARU, LIPO - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat kondisi ketenagakerjaan yang beragam pada November 2025. Meski Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mengalami sedikit penurunan, jumlah penduduk yang bekerja justru meningkat dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan.

Kepala BPS Riau, Asep Riyadi, menyampaikan bahwa jumlah angkatan kerja di Riau pada periode tersebut sebanyak 3,35 juta orang. Dari angka tersebut, TPAK Riau terhitung sebesar 66,38 persen, turun tipis 0,17 persen poin dibandingkan dengan kondisi Agustus 2025.

"Sisi positifnya, penduduk yang bekerja di Provinsi Riau mengalami kenaikan menjadi 3,21 juta orang, atau bertambah 6.630 orang sejak Agustus 2025," ungkap Asep Riyadi dalam rilis resmi BPS, Jumat 6 Februari 2026.

Namun secara struktur katanya, lapangan pekerjaan di Riau masih bertumpu pada sektor primer dan perdagangan. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 33,62 persen. Disusul oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 17,91 persen, serta Industri Pengolahan sebesar 8,52 persen.

"Meski jumlah pekerja bertambah dan TPT turun menjadi 4,06 persen (turun 0,10 persen poin), beberapa indikator menunjukkan adanya tantangan kualitas pekerjaan," terangnya.

Pertama katanya, proporsi pekerja informal masih sangat tinggi, meski mengalami penurunan sebesar 0,66 persen poin. Sekitar 51,34 persen atau setara dengan 1,65 juta pekerja di Riau masih berada di sektor informal.

Kedua, terjadi peningkatan signifikan pada pekerja setengah pengangguran dan pekerja paruh waktu. Dibandingkan Agustus 2025, kedua kategori ini masing-masing meningkat sebesar 1,57 persen poin dan 2,65 persen poin.

"Peningkatan pada pekerja setengah penganggur dan paruh waktu ini perlu menjadi perhatian bersama, karena mengindikasikan bahwa sebagian pekerja belum mendapatkan jam kerja atau produktivitas yang optimal," jelas Asep.

Secara keseluruhan tambahnya, data Sakernas November 2025 menunjukkan perbaikan pada indikator kuantitas (bertambahnya jumlah pekerja dan turunnya pengangguran), tetapi masih menyisakan pekerjaan rumah terkait kualitas dan keformalan pekerjaan di Provinsi Riau.*****

 

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Tenaga Kerja

Index

Berita Lainnya

Index