Idris Laena dan Misi Pendidikan Berperadaban ala Alexandria Islamic School

Idris Laena dan Misi Pendidikan Berperadaban ala Alexandria Islamic School
Alexandria Islamic School/lipo

 

PEKANBARU – Di balik megahnya bangunan Alexandria Islamic School yang berdiri mencolok di Kota Pekanbaru, tersimpan sebuah gagasan besar tentang masa depan pendidikan. Sekolah dengan arsitektur modern dan fasilitas lengkap itu bukan sekadar institusi belajar, melainkan cerminan visi tentang bagaimana pendidikan dapat melahirkan peradaban baru.

Sosok di balik lahirnya sekolah tersebut adalah Muhammad Idris Laena—doktor, insinyur, pengusaha, sekaligus politisi yang namanya telah lama dikenal di kancah nasional. Namun lebih dari segala predikat itu, Idris Laena adalah figur yang memiliki cara pandang berbeda tentang esensi pendidikan.

Idris menegaskan bahwa pendidikan tidak semestinya dipersempit hanya pada nilai akademik. Baginya, sekolah merupakan ruang pembentukan manusia secara utuh, tempat kecerdasan intelektual, karakter, etika, serta keterampilan hidup bertumbuh secara seimbang.

“Anak-anak yang cerdas tanpa karakter, atau terampil tanpa nilai, hanyalah potensi yang belum selesai,” ujar Idris dalam satu kesempatan, Kamis (2/4/2026).

Prinsip itu menjadi dasar desain kurikulum Alexandria Islamic School sebuah ekosistem pendidikan dari jenjang dasar hingga menengah yang menekankan keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan kompetensi.

Kemegahan Alexandria Islamic School memang menjadi magnet perhatian. Namun Idris menegaskan, kemewahan bukan tujuan, melainkan alat untuk menghadirkan pengalaman belajar terbaik.

Infrastruktur modern, penguasaan teknologi, hingga metode pembelajaran mutakhir dipadukan untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi memiliki wawasan luas.

“Peradaban hanya tumbuh dari pengalaman, sarana, serta wawasan yang memadai,” menjadi prinsip yang ia pegang dalam membangun fondasi pendidikan di sekolah tersebut.

Perjalanan Alexandria Islamic School tidak berhenti di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kini, sebuah rencana besar mulai disusun: pendirian Alexandria Institute. Langkah ini bertujuan menciptakan lulusan yang terhubung erat dengan dunia kerja, sejalan dengan konsep “link and match” yang saat ini menjadi kebutuhan global.

Langkah tersebut menjadi jawaban atas tuntutan zaman, di mana pemuda tidak hanya dituntut menguasai ilmu, tetapi juga siap memasuki dunia profesional.

Dalam proses pengembangan visi jangka panjang ini, tongkat kepemimpinan mulai diwariskan kepada generasi berikutnya. Dua putri Idris Laena, Tania Laena Putri dan Astrid Laena Putri, disiapkan untuk melanjutkan arah pengembangan Alexandria.

Kehadiran keduanya diharapkan membawa energi baru: inovasi generasi muda yang tetap berpijak pada nilai-nilai utama yang telah diletakkan sejak awal.

Bagi Idris Laena, pendidikan adalah investasi peradaban. Ia percaya perubahan besar hanya akan lahir dari keberanian memulai dari hal paling fundamental: sekolah.

Mimpi besar itu kini tumbuh dari Pekanbaru, menghadirkan harapan bagi lahirnya generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Alexandria Islamic School, perlahan namun pasti, menjelma menjadi lebih dari sekadar sekolah—ia menjadi simbol kebangkitan dan optimisme baru dalam dunia pendidikan Indonesia.(***)

Ikuti LIPO Online di GoogleNews

#Pendidikan

Index

Berita Lainnya

Index